
Yogyakarta, Kabarterdepan.com– Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo melakukan Safari Ramadan 1446 Hijriah untuk pertama kalinya dengan mengikuti tarawih bersama di Masjid Diponegoro, Balaikota Yogyakarta, Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (28/2/2025) malam.
Hasto datang bersama dengan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan setelah sebelumnya mengikuti penutupan retreat di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma, Dandim Kota Yogyakarta Letkol Inf Devi Kristiono dan Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Nadhif.
Momen Safari Ramadan menurutnya sangat baik untuk bisa merefleksikan berbagai bentuk permasalahan yang ada di Kota Yogyakarta terutama sampah dan kebersihan lingkungan.
“Saya Harus kampanye juga terkait dengan kemandirian, seperti yang disampaikan Pak Prabowo (saat retret) tentang kualitas SDM, dan juga Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Terutama dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional nantinya Kota Yogyakarta akan ikut mendorong sampah agar bisa ditangani lebih baik. Hasto menyebut dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Yogyakarta mengambil tema gotong royong untuk Yogya Sehat.
“Sehingga mulai 21 Februari 2025, sebulan penuh kita gotong royong membersihkan lingkungan kita. Karena kebersihan sebagian dari iman. Kita menciptakan suasana bersih untuk nanti Idulfitri tidak hanya bersih hatinya , tapi juga lingkungan bersih,” tutur Hasto.
Dalam momen tersebut, ia mengucapkan rasa senang dengan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Yogyakarta bisa berjalan dengan aman dan damai. Atas hal tersebut, Hasto mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran Forkopimda.
Dirinya juga menyampaikan akan terus membuka aduan dari masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan mengadakan open house di rumah Hasto setiap Rabu Pagi.
Dalam Safari Ramadan, Pemkot Yogyakarta tahun ini ada dua kegiatan yakni safari tarawih dan safari subuh. Ada sekitar 8 kali safari tarawih dan 6 kali safari subuh selama bulan Ramadan di masjid-masjid yang tersebar di 14 kemantren di Kota Yogyakarta.
Termasuk soal penanganan sampah dan ajak untuk menjaga kebersihan kota dengan tidak membuang sampah sembarangan seperti di jalan.
Sementara itu Ketua Takmir Masjid Pangeran Diponegoro Bali Kota Yogyakarta Syamsul Azhari menyampaikan ada beberapa kegiatan yang diadakan di bulan Ramadan.
“Beberapa kegiatan yang akan kami laksanakan antara lain madrasah Al-Quran, pesantren dhuafa, kajian jelang buka puasa bersama, buka puasa, kajian salat subuh, jelang tarawih, nuzulul Al-Quran, penerimaan zakat, takbiran dan salat Idul Fitri.
Dari beberapa kegiatan tersebut, salah satu yang menarik perhatian adalah Pesantren Dhuafa yang mana disamping memberikan kesempatan kepada orang-orang yang kurang berkecukupan untuk memperdalam ilmu agama, juga akan ada bisyaroh (tanda terima kasih) karena telah ikut dalam program tersebut dengan nominal uang dalam jumlah tertentu. (Hadid Husaini)
