Selama Ramadan dan Libur Sekolah, MBG di Sleman Gunakan Makanan Kering

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdik Sleman Akhmad Ritaudin menjelaskan teknis MBG selama Ramadan dan libur lebaran. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdik Sleman Akhmad Ritaudin menjelaskan teknis MBG selama Ramadan dan libur lebaran. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur, termasuk saat Ramadan 2026, dengan pola distribusi yang disesuaikan agar kualitas dan gizinya tetap terjaga.

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdik Sleman Akhmad Ritaudin mengatakan evaluasi pelaksanaan MBG saat libur semester lalu menjadi acuan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya, termasuk saat Ramadan.

“Libur kemarin tetap berjalan. Kami ada PIC, rapat di Setda, lalu terjun ke lapangan memastikan data dari SPPG dan kepala sekolah sesuai,” ujar Ritaudin, Kamis (12/2/2026), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Makanan Kering dan Susu

Selama ramadan dan hari libur sekolah, pola distribusi dilakukan dengan sistem paket makanan kering seperti telur asin, susu UHT, dan roti yang diambil orang tua setiap tiga atau dua hari sekali. Skema ini dipilih agar makanan tidak cepat basi dan tetap praktis.

“Biasanya tiga hari sekali dibuatkan paket jadi satu. Orang tua mengambil tiap tiga hari. Isinya tidak hanya roti, tapi ada telur asin atau telur matang, susu UHT, dan buah yang tidak cepat basi,” jelasnya.

Akhmad menegaskan, pihaknya telah mengingatkan agar paket MBG tidak hanya berisi karbohidrat. Asupan protein dan gizi seimbang harus tetap menjadi perhatian.

“Saya sudah ingatkan, jangan asal roti. Paling tidak ada telur sebagai protein, ada susu, dan buah supaya gizinya seimbang,” tegasnya.

Evaluasi dilakukan melalui pengawas sekolah yang berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Disdik juga melakukan uji petik di sejumlah kapanewon seperti Depok, Tempel, dan Mlati.

“Kami tidak mengontrol semuanya satu per satu, tapi uji petik. Kami kontrol lewat pengawas, kolaborasi dengan SPPG. Kalau ada laporan, misalnya rotinya kurang layak, kami sampaikan lewat pengawas untuk dibenahi,” katanya.

Menurut Ritaudin, evaluasi dilakukan dengan pendekatan pembinaan, bukan menyalahkan pihak tertentu.

“Intinya dikoreksi dan dibenahi kelayakannya. Jangan saling menyalahkan. Kita refleksi bersama supaya anak-anak mendapat yang terbaik,” ujarnya.

Libur Sekolah Selama Ramadan di Sleman

Selain memastikan kecukupan gizi, Disdik juga mendorong inovasi menu agar lebih disukai siswa tanpa mengurangi nilai gizinya. Ia mengakui beberapa jenis sayuran seperti buncis kurang diminati, sehingga perlu variasi penyajian.

“Anak-anak biasanya senang telur ceplok atau olahan seperti chicken katsu. SPPG kami dorong berinovasi supaya disukai anak, tapi tetap bergizi,” tambahnya.

Terkait kebijakan libur Ramadan, Disdik Sleman saat ini masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Informasi sementara menyebutkan libur awal Ramadhan berlangsung pada 18–20 Februari 2026 dan berlanjut akhir pekan 21–22 Februari 2026.

“Sampai pagi ini surat edaran resmi belum keluar. Informasi yang beredar masih dari akun resmi Kemenko PMK,” kata Ritaudin.

Disdik Sleman menegaskan, apapun kebijakan libur yang ditetapkan, program MBG tetap akan dikawal agar distribusinya tepat sasaran dan kualitas gizinya terjaga selama Ramadan. (Hadid Husaini)

Editor: Ahmad

Responsive Images

You cannot copy content of this page