Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di DIY Kesulitan Permodalan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Koperasi Desa
Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Mlati, Sleman, DIY pada Juli lalu. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah DIY mengalami kendala dalam memperoleh akses permodalan. Salah satunya adalah KDMP Sinduadi yang berlokasi di Mlati, Sleman.

Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suherman, menyampaikan bahwa sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, koperasi desa belum menerima dukungan modal dari pemerintah.

“Kendala utama kami saat ini terkait penguatan modal usaha. Sejak launching, belum ada dukungan dana yang masuk,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (5/2025).

Hambatan Koperasi Desa

Ia menjelaskan, berbagai persyaratan yang ketat menjadi hambatan bagi pengelola dan anggota koperasi desa dalam mengakses hibah maupun pinjaman dari LPD maupun bank-bank Himbara.

“Persyaratan pinjaman terlalu ketat, terutama masalah BI Checking. Seharusnya pemeriksaan hanya dilakukan kepada pengurus inti seperti ketua, sekretaris, dan bendahara, karena mereka yang memiliki agunan,” terangnya.

Karena belum mendapat tambahan modal, KDMP Sinduadi masih mengandalkan simpanan sukarela dari pengurus, pengawas, dan pengelola untuk menggerakkan unit simpan pinjam.

“Kami menggunakan modal yang ada, tapi tidak memberikan insentif kepada pengelola sampai akhir tahun dari unit usaha baru,” ujarnya.

Selain simpan pinjam, KDMP Sinduadi juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti LPG, pupuk subsidi, minyak, gula, tepung, serta jajanan UMKM.

Model usaha KDMP Sinduadi sempat mendapat pujian dari Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan pada Juli lalu. Ia menilai koperasi ini memiliki unit usaha paling lengkap.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku belum mengetahui adanya rencana bantuan modal dari Bank Himbara untuk koperasi desa.

“Saya belum tahu, belum mendapatkan informasi,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya telah melakukan identifikasi potensi di setiap KDMP untuk menghadapi persaingan dengan lembaga yang telah ada sebelumnya.

“Sebelumnya sudah ada Bumdes, koperasi, dan Gapoktan. Jadi, lembaga-lembaga ini perlu saling mendukung,” kata Made. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page