Sejumlah Driver Ojol Kepung Polresta Sleman, Begini Penjelasan Polisi

Avatar of Redaksi
IMG 20250705 WA0089
Sejumlah driver ojol melakukan aksi solidaritas sesama driver di Polresta Sleman buntut komplain kurang pantas dari seorang pelanggan, Sabtu (7/6/2025) dini hari. (Instagram/merapi_uncover)

Sleman, kabarterdepan.com – Sejumlah driver ojek online (ojol) mendatangi Polresta Sleman untuk melakukan aksi solidaritas sesama driver, Sabtu (5/7/2025) dini hari.

Hal tersebut dilakukan usai sesama driver mendapatkan komplain dari salah seorang pelanggan shopee food yang beralamat di Godean, Sleman, DIY.

Pelanggan yang juga terlapor berinisial T diamankan oleh kepolisian dan diminta untuk minta maaf karena komplain yang berlebihan.

Kasat Reskrim Polresta Sleman Wahyu Agha Ari Septyan menyampaikan bahwa perkara tersebut bermula pada Kamis (3/7/2025). Driver ojol berinisial A mengalami keterlambatan mengantar pesanan Shopee food akibat mendapatkan double order.

Saat itu, driver yang membawa pacarnya berinisial AM berusaha menjelaskan alasan keterlambatan pengantaran. Namun terlapor justru naik pitam dan meminta agar pacar A tidak ikut campur.

“Merasa tidak terima, maka terjadilah cekcok di rumah terlapor dan akhirnya sempat dipisahkan oleh keluarga terlapor,” katanya saat diwawancarai wartawan pada Sabtu (5/7/2025) pagi.

AM disebut juga turut mengalami tindakan kekerasan karena mengalami luka cakar dan merasa dijambak. AM kemudian melaporkan kekerasan yang ia alami ke Polresta Sleman pada Jumat (4/7/2025).

Peristiwa tersebut sempat diunggah di media sosial oleh AM hingga mendapatkan perhatian warganet. Hingga pada Sabtu (5/7/2025) ratusan driver Ojol menggeruduk rumah terlapor pelanggan Shopee Food.

“Sesama driver ojol tidak terima hingga muncul solidaritas hingga didatangi tadi malam didatangi rumah terlapor. Ternyata terlapor tidak ada di rumah, akhirnya dia mengamankan diri di Polsek Godean,” katanya.

“Anggota Polsek Godean kemudian membawa terlapor ke Polresta Sleman. Para driver kemudian langsung datang pukul 2 dini hari meminta yang bersangkutan meminta maaf,” katanya.

Usai terlapor meminta maaf, polisi meminta agar para driver kembali ke rumah masing-masing. “Driver ojol ini tidak langsung pulang, namun menuju rumah terlapor dan melakukan tidak anarkis dengan merusak fasilitas umum,” katanya.

Tidak hanya itu, mobil polisi terkena imbas hingga mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.

Pihaknya menyampaikan telah mengantongi informasi pelaku perusakan fasilitas dan mobil polisi melalui CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. “Rekaman kita sudah dapat dan kita telah mengantongi pelakunya,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa kondisi di sekitar lokasi rumah terlapor sudah kondusif melalui pengamanan oleh kepolisian.

Wahyu meminta agar driver ojol dan masyarakat sekitar bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

Terlapor atas nama T masih dalam pemeriksaan dan belum dilakukan penahanan. Sementara pelapor AM akan dilakukan pemeriksaan pada Sabtu siang.

“Korban (pelapor) tidak ada, sebenarnya korban atau pelapor ada di Solo. Baru akan diperiksa jam 10,” jelasnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page