Inilah Sejarah Awal Kembang Api yang Jarang Diketahui Orang

sejarah awal kembang api
Perayaan yang menggunakan kembang api di berbagai negara. (AI)

Peristiwa, Kabarterdepan.com – Pernahkah kalian berdiri di tengah kerumunan saat malam pergantian tahun, menatap langit yang pecah oleh ribuan warna, lalu bertanya-tanya: “Siapa sih orang pertama yang punya ide meledakkan sesuatu di langit buat perayaan?”

Nah, kalau kalian mencari jawabannya, kalian sedang membaca artikel yang tepat. Sejarah awal kembang api ternyata bukan bermula dari sebuah pesta, melainkan dari sebuah kecelakaan laboratorium yang tidak terduga di Tiongkok ribuan tahun lalu. Mari kita bedah bagaimana perjalanan mesiu berubah menjadi simfoni cahaya yang kita cintai sekarang.

Sejarah Awal Kembang Api

Semua bermula pada abad ke-7 selama era Dinasti Tang. Saat itu, para alkemis Tiongkok sedang sibuk mencari “Elixir of Life” atau ramuan untuk hidup abadi. Ironisnya, dalam sejarah awal kembang api, mereka justru menemukan sesuatu yang sangat mematikan.

Mereka mencampurkan potasium nitrat (sendawa), belerang, dan arang. Alih-alih hidup selamanya, campuran itu justru meledak saat terkena api. Itulah cikal bakal bubuk mesiu atau black powder.

Dalam narasi sejarah awal kembang api, masyarakat Tiongkok kuno awalnya menggunakan penemuan ini untuk tujuan spiritual. Sebelum ada bubuk mesiu, mereka membakar batang bambu yang disebut Pao Chiao. Udara di dalam rongga bambu akan memanas dan meledak dengan suara keras.

Mereka percaya suara bising ini bisa menakuti roh jahat, terutama monster legendaris bernama Nian yang konon suka meneror desa setiap akhir tahun.

Dari Pengusir Setan Menjadi Simbol Perayaan

Seiring berkembangnya zaman, sejarah awal kembang api mencatat transisi penting. Batang bambu mulai digantikan oleh tabung kertas yang diisi bubuk mesiu. Inilah bentuk awal petasan yang kita kenal.

Penggunaannya pun meluas, tidak hanya untuk mengusir roh jahat, tapi juga untuk merayakan kemenangan perang, pernikahan, dan yang paling ikonik adalah perayaan Tahun Baru Imlek. Di sinilah sejarah awal kembang api mulai melekat kuat sebagai simbol kegembiraan dan harapan baru.

Memasuki abad ke-13, berkat jalur perdagangan yang terbuka, rahasia piroteknik ini mulai bocor ke luar Tiongkok. Para pedagang, penjelajah seperti Marco Polo, dan para misionaris membawa pengetahuan tentang sejarah awal kembang api ini ke Timur Tengah dan Eropa. Di tangan bangsa Barat, bubuk mesiu ini sempat memiliki dua wajah: sebagai senjata perang yang mematikan dan sebagai hiburan megah bagi para raja.

Gemini Generated Image lg0mrdlg0mrdlg0m
Perayaan naga dengan kembang api di pergantian tahun. (AI)

Revolusi Warna dari Italia

Kalau kalian pikir sejarah awal kembang api sejak dulu sudah berwarna-warni seperti sekarang, kalian salah besar. Selama ratusan tahun, kembang api hanya menghasilkan warna jingga dan emas (warna alami api). Baru pada abad ke-19, tepatnya tahun 1830-an, para ahli kimia di Italia melakukan revolusi besar-besaran dalam sejarah awal kembang api.

Para maestro piroteknik Italia mulai bereksperimen dengan menambahkan garam logam ke dalam campuran mesiu. Mereka menemukan bahwa:

  • Stronsium menghasilkan warna merah membara.

  • Barium menciptakan hijau emerald.

  • Tembaga menghasilkan warna biru yang sulit dibuat.

  • Natrium memberikan warna kuning cerah.

Inovasi Italia ini adalah titik balik paling krusial dalam sejarah awal kembang api modern. Tanpa eksperimen mereka, pesta Tahun Baru kita mungkin hanya akan berisi ledakan asap berwarna cokelat yang membosankan.

Mengapa Tahun Baru Identik dengan Kembang Api?

Secara jurnalistik, kita bisa melihat bahwa kembang api memenuhi unsur psikologis manusia akan perayaan. Dalam konteks sejarah awal kembang api, cahaya terang di tengah kegelapan malam melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan, atau masa depan yang cerah atas masa lalu yang suram.

Kini, setiap tanggal 1 Januari, dari Sydney Opera House hingga Times Square di New York, kembang api menjadi bahasa universal. Meskipun teknologi digital mulai masuk dengan hadirnya pertunjukan drone, esensi dari sejarah awal kembang api yang mengandalkan dentuman dan percikan api asli tetap tidak tergantikan.

Ada kepuasan sensorik yang unik saat kita merasakan getaran ledakan di dada, sebuah pengalaman yang telah dirasakan manusia sejak ribuan tahun lalu dalam sejarah awal kembang api.

Memahami sejarah awal kembang api membuat kita lebih menghargai setiap percikan yang muncul di langit. Dari sebuah kecelakaan kimia di Tiongkok, menjadi alat pengusir monster, hingga menjadi industri global bernilai miliaran dolar. Sejarah awal kembang api adalah bukti kreativitas manusia yang tak terbatas dalam mengubah sesuatu yang berbahaya menjadi sesuatu yang indah.

Ke depannya, meskipun isu lingkungan mulai membuat industri ini beralih ke kembang api “ramah lingkungan” yang rendah asap, akar dari sejarah awal kembang api akan tetap menjadi bagian dari budaya manusia. Jadi, saat kalian melihat langit meledak dengan warna-warni cantik tahun depan, ingatlah bahwa itu semua dimulai dari sebuah tabung bambu dan rasa penasaran para alkemis kuno.

Referensi Terpercaya:

  • American Pyrotechnics Association (APA). “The Evolution of Pyrotechnics: From Ancient China to Modern Times.”

  • Smithsonian Institution. “The Explosive History of Fireworks.”

  • Werrett, S. (2010). “Fireworks: Pyrotechnics on Display.” University of Chicago Press.

  • History Channel Archives. “Gunpowder and the Silk Road: A Technological Journey.”

Responsive Images

You cannot copy content of this page