IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Segera Diterapkan di Kota Mojokerto, Inilah Jenis Pelanggaran yang Bakal Kena Tilang Elektronik

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Tilang elektronik segera diterapkan di Kota Mojokerto. (Erik/KabarTerdepan.com)
Tilang elektronik segera diterapkan di Kota Mojokerto. (Erik/KabarTerdepan.com)

Kota Mojokerto, KabarTerdepan.com – Satlantas Polres Mojokerto Kota mempersiapkan 9 titik traffic light kamera pemantau atau CCTV di berbagai lokasi strategis. Ini dipersiapkan dalam penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Mojokerto akan berlaku mulai 25 September 2023.

Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Puteh Rinaldi menjelaskan, kamera pemantau ETLE ini sendiri dirancang untuk mengetahui pengguna jalan yang melanggar saat berkendara. Dari 9 titik yang terpasang, dua diantaranya dilengkapi dengan kamera ETLE yang bertugas untuk merekam pelenggaran pengendara. Dua titik tersebut ada di simpang empat Empunala, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Majapahit.

Responsive Images

“Proses penindakan pelanggar dengan menggunakan kamera ETLE dengan cara penangkapan gambar pelanggar dan plat nomor kendaraan yang digunakan pelanggar,” ujar AKP Puteh Rindaldi, Kamis, (21/9/2023).

Jenis pelanggaran yang dapat terditeksi oleh ETLE yaitu, pengendara tidak menghunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, menerobos lampu merah, melawan arah, menggunakan ponsel saat berkendara, dan berboncengan lebih dari satu orang saat menggunakan sepeda motor.

Jika pengendara tertangkap kamera dan terlihat melakukan pelanggaran, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat kendaraan bermotor atas pelanggaran yang terjadi. Surat konfirmasi tersebut secara umum dikenal “surat cinta”.

Pelanggar diberikan waktu selama 8 hari untuk melakukan konfirmasi pelanggaran. Apabila pelanggar mengalami kesulitan saat konfirmasi, pelanggar bisa datang ke mal pelayanan publik di Polres Mojokerto Kota untuk meminta bantuan.

“Surat konfirmasi itu berisikan nama pemilik kendaraan, bukti pelanggaran dalam bentuk foto, jenis pasal yang dilanggar, alamat pemilik kendaraan, jenis kendaraan, dan masa berlaku kendaraan. Surat juga berisikan petunjuk untuk melakukan konfirmasi dan juga tanggal untuk konfirmasi,” ujar Puteh.

Setelah dikonfirmasi, pelanggar mendapatkan nomor tilang, nomor BRI Virtual Account (Briva), dan tanggal sidang. Pelanggar juga bisa membayar langsung di Bank BRI ataupun langsung di ke kantor kejaksaan Kota Mojokerto pada tanggal sidang yang ditentukan. Apabila pelanggar mengabaikan surat tilang dan tidak mengkonfirmasi, maka nomor polisi kendaraan akan diblokir secara otomatis.

“Dengan adanya tilang elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas,” pungkas AKP Puteh Rinaldi. (erik)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar