Sedekah Laut di Tambaklorok Semarang, Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan Berkesinambungan

Avatar of Redaksi

 

Prosesi sedekah laut di tambaklorok Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)
Prosesi sedekah laut di tambaklorok Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Tradisi Sedekah Laut di Tambaklorok, Semarang, yang melarung sesaji berupa kepala kerbau dan sejumlah makanan tradisional dimeriahkan tidak kurang dari 500 kapal.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan hal itu di Balai Kota, Senin (3/6/2024).

“Kemarin (Minggu 2/5/2024.red), kita laksanakan sedekah laut. Di Tambaklorok sebelah selatan. Masyarakat nelayan harus kita apresiasi sebab merekalah yang secara berkesinambungan menjaga kelestarian tradisi sedekah laut,” ungkapnya.

Sedekah laut ini, lanjutnya, bentuk nyata kearifan lokal yang perlu kita rawat.

“Saya udah instruksikan Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Kota Semarang untuk memasukkan Sedekah Laut ini dalam kalender wisata Kota Semarang,” ujarnya.

Mbak Ita, sapaan akrabnya, menambahkan Sedekah Laut tidak sekadar melarang kepala kerbau dan sejumlah makanan tradisional.

“Tetapi harus dimaknai sebagai wujud rasa syukur nelayan atas hasil laut yang berupa rupa-rupa ikan dari Tuhan yang Maha Pemberi. Dan nelayan Tambaklorok melestarikan hal ini. Jadi hal ini kan kekayaan budaya kita,” imbuhnya.

Ini, tambahnya, menjadi salah satu cara nguri-uri budaya, menghormati leluhur kita, melalui kegiatan tradisional seperti ini.

“Momentum ini harus semakin meningkatkan rasa syukur, kepedulian, dan tanggung jawab kita terhadap kelestarian laut,” kata dia.

Harapannya, lanjut Mbak Ita, nelayan bisa diberi keselamatan saat melaut, mendapat ikan yang melimpah dan diberi kesejahteraan.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ita kembali mengingatkan nelayan yang kapal-kapalnya masih menggunakan bahan bakar solar.

“Saya titip pesan kepada pers agar bersama-sama kita ingatkan nelayan menggunakan bahan bakar hasil riset dari BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) yakni petasol. Ini setara solar, tapi tidak menghasilkan asap hitam seperti solar,” tutupnya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page