SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Pamer Karya Siswa, Berbahan Barang Bekas

Avatar of Jurnalis: Setyawan
Screenshot 20250218 211544
Kepala Sekolah SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Ririn Indriyanti (tengah), mendampingi kegiatan pameran delapan finalis karya siswa di Workshop School Science Center, Selasa (18/2/2024). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Delapan karya terbaik siswa SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, dipamerkan, di ruang Workshop School Science Center, pada Selasa (18/2/2025).

Itu, usai pihak sekolah melakukan seleksi internal terhadap puluhan karya siswa lain, mulai kelas 1, hingga kelas 5. Sedangkan, sekolah juga mengapresiasi kepada seluruh hasil karya siswa dalam kegiatan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) -pameran hasil karya Holistic siswa.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah juga menggandeng sejumlah juri, berbagai kalangan. Mulai Dinas Pendidikan setempat, akademisi, hingga dari pejabat publik. Rangkaian kegiatan pameran tersebut, dikemas apik dalam balutan tema peduli lingkungan.

Satu demi satu, delapan karya siswa tersebut, baik perorangan maupun kelompok, ditampilkan dan dipaparkan di hadapan para dewan juri.

Salah satu karya siswa yang menarik adalah berjudul Perisai. Karya bahan plastik bekas jenis PS tersebut, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pelapis benda, agar tahan air. Juga, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk alat perekat pipa paralon.

Mahakarya bermodal murah itu mampu diciptakan siswa kelas 4-B, yaitu, Alisha Syafa A. Setiananda. Ide brilian itu muncul, setelah sering melihat banyak sampah plastik bekas bungkus kue, kala perayaan lebaran. “Daripada dibuang -tak terpakai, kita ingin mengubahnya menjadi perisai itu,” kata Alisha, di sela kegiatan pameran, Selasa (18/2/2025).

“Semoga ide ini bisa bermanfaat. Tak hanya tahan air, tetapi sebagian orang sudah mencoba untuk mengkilatkan benda. Seperti, benda yang berbahan kayu,” sambungnya.

Menurutnya, ide karya Perisai tersebut, merupakan aplikasi berbagai mata pelajaran (mapel) yang didapatkan di ruang kelas. Ada di antaranya, mapel sains, yang berkaitan dengan perubahan bentuk, suatu bendan. Dan, mapel tentang kewarganegaraan ini, yang berkaitan dengan peduli lingkungan.

Sementara itu, Leader Kurikulum SDPJ Muji Astutik menyampaikan, tema kegiatan kali ini, memang diharapkan mampu meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitarnya.

Yang dapat memotivasi siswa, mampu menciptakan karya-karya kreatif sesuai ide terbaiknya. Selain itu, siswa mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ini, sebagai bekal generasi penerus bangsa menjalani kehidupan masa mendatang, dengan baik.

“Selain siswa tanggap terhadap lingkungan, kami juga ingin mereka mampu berkaya, yang unsurnya mengedukasi masyarakat, dengan berbagai karya barang bekas. Yang tentunya, bersumber dari pembelajaran yang diterima di ruang kelas mereka,” harap Muji.

Muji juga mengapresiasi beragam hasil karya peserta didiknya, sejurus dengan tema, tentang peduli lingkungan. Dan, hasil kolaborasi barang bekas dengan teknoligi. Di antaranya, kincir air, kincir angin, alrm gempa, aroma terapi, sabun cuci tangan.

“Sebagian dari siswa kami juga berhasil mengaplikasikan mapel dengan karya produk mainan. Ini, juga menjadi karya luar biasa, yang bisa sebagai pembelajaran, untuk mengalihkan siswa dari pengaruh negatif gadget,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page