
Cianjur, Kabarterdepan.com – Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan secara dadakan di jalur Bojong Meron Citywalk (Bomero). Penertiban dilakukan guna mencegah aktivitas perdagangan di area terlarang, seperti badan jalan dan trotoar.
Kepala Bidang Linmas dan SDA Satpol PP Damkar Kabupaten Cianjur, Yanto Sufiyanto, menegaskan bahwa larangan berjualan di badan jalan maupun trotoar telah diatur dalam ketentuan yang berlaku. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Berdagang di badan jalan dan trotoar itu tidak diperbolehkan. Ini sudah menjadi tugas kami untuk melakukan penertiban. Tidak ada kebijakan atau toleransi, meskipun hanya satu atau dua hari tetap tidak diperbolehkan,” ujar Yanto, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, kewenangan penataan dan relokasi pedagang berada pada dinas teknis terkait. Sementara itu, Satpol PP bertugas menegakkan peraturan daerah.
Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar memahami aturan dan tidak melanggar ketentuan yang ada.
Menurut Yanto, apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan pedagang yang mengabaikan imbauan, Satpol PP akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur.
“Jika masih ada yang membandel, barang dagangannya bisa kami amankan atau dititipkan. Pedagang harus siap dengan konsekuensi tersebut,” tegasnya.
Pedagang Harap Ada Solusi Relokasi
Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku memahami alasan penertiban, tetapi berharap ada solusi yang jelas dari pemerintah daerah.
Salah seorang pedagang takjil, Rudi (35), mengatakan dirinya berjualan di kawasan Bomero karena ramai pembeli, terutama menjelang Ramadan.
“Kami sebenarnya tahu tidak boleh di badan jalan, tetapi kalau tidak di sini dagangan sepi. Apalagi mau Ramadan, kami berharap ada tempat khusus yang disediakan supaya tetap bisa jualan tanpa takut ditertibkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (42), pedagang makanan ringan, yang meminta adanya relokasi strategis dan tidak jauh dari pusat keramaian.
“Kalau dipindahkan terlalu jauh, pembeli tidak mau datang. Kami ingin tetap tertib, tetapi juga butuh solusi agar tetap bisa mencari nafkah,” katanya.

Satpol PP Cianjur Jaga Ketertiban Jelang Ramadan
Penertiban ini menjadi langkah awal menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan Bomero Citywalk, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan. Satpol PP berharap para pedagang dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, para pedagang berharap adanya kebijakan penataan yang tetap berpihak pada kelangsungan usaha mereka, sehingga ketertiban dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan. (Hasan C)
