
Sampang, KabarTerdepan.com – Kinerja Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan. Setelah mendapat kritik dari mahasiswa sekaligus aktivis Sampang, Rofi, pihak Satgas akhirnya angkat bicara. Sudarmanto selaku perwakilan Satgas MBG menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada percepatan sistem dan pencapaian target sebelum beralih ke pengawasan penuh.
Konfirmasi tersebut disampaikan Sudarmanto kepada kabarterdepan.com di Sampang, Selasa (3/3/2026).
Sebelumnya, Rofi mengkritik Satgas MBG yang dinilai kurang responsif terhadap berbagai pemberitaan negatif terkait menu MBG di Kabupaten Sampang.
Menurutnya, seharusnya Satgas turun langsung melakukan pengecekan ketika muncul laporan atau isu terkait kualitas makanan dan harga.
“Kami menilai Satgas terlalu pasif. Ketika ada pemberitaan negatif soal menu MBG di Sampang, tidak terlihat adanya pengecekan langsung ke lokasi. Ini yang menjadi pertanyaan publik,” tegas Rofi.
Ia menambahkan, transparansi dan pengawasan aktif sangat penting agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Program ini bagus untuk anak-anak sekolah, tapi pengawasan harus maksimal. Jangan sampai muncul isu menu tidak layak atau harga tidak sesuai tanpa ada klarifikasi dan tindakan,” tambahnya.
Menanggapi kritik tersebut, Sudarmanto menjelaskan bahwa saat ini Satgas masih dalam tahap percepatan sistem dan pencapaian target distribusi MBG.
“Untuk saat ini kami masih mengejar sistem dan percepatan target. Jadi fokus kami memastikan program ini berjalan sesuai target yang ditentukan,” ujar Sudarmanto.
MBG di Kabupaten Sampang Berada di Angka 122 titik, Sementara Target yang harus Dicapai Sebanyak 172 titik.
“Saat ini MBG ada di angka 122, sedangkan targetnya 172. Jadi kami masih mengejar capaian tersebut,” jelasnya.
Sudarmanto juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait perubahan status Satgas menjadi pengawasan penuh.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan (Disdik) saat ini tengah merampungkan data untuk dikirim ke pusat sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) pengawasan.
“Kami masih menunggu keputusan dari pusat. Disdik sedang menyelesaikan data untuk dirampungkan dan dikirim ke pusat. Setelah itu selesai, pusat akan memberikan SK pengawasan,” paparnya.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan kini tengah diimplementasikan di berbagai daerah.
Lebih lanjut, Sudarmanto menyebut bahwa kondisi pelaksanaan MBG di Sampang masih tergolong aman dibanding beberapa daerah lain.
“Kita berpaku pada daerah lain, disini masih termasuk dalam kondisi aman. Alhamdulillahnya tidak ada kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan,” ungkapnya.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program di Sampang sejauh ini masih berjalan sesuai prosedur.
Sebagai bentuk keterbukaan, Sudarmanto mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi apabila menemukan persoalan di lapangan.
“Ada lapor Kominfo atau lapor MBG. Itu bisa digunakan masyarakat untuk melakukan pengaduan. Nanti akan kami teruskan ke pusat agar mendapat tindak lanjut,” tegasnya.
Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan diteruskan untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan target yang masih harus dikejar dan status pengawasan yang menunggu keputusan pusat, polemik MBG di Sampang diharapkan dapat segera menemukan titik terang.
“Kami hanya ingin program ini berjalan baik dan transparan. Kalau memang masih tahap percepatan, sampaikan secara terbuka. Tapi tetap harus ada respons ketika muncul keluhan di masyarakat,” pungkasnya.
Masyarakat kini menanti realisasi SK pengawasan dari pusat serta langkah konkret Satgas dalam memastikan kualitas menu dan transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (Fais)
