
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sate Jeroan Abayat yang berlokasi di Jalan KH. Wachid Hasyim, tepat di dekat Indomaret Wachid Hasyim atau dekat SDN Miji I,II,IV, Kota Mojokerto, sukses menarik perhatian banyak pelanggan. Usaha ini sudah berjalan selama lima tahun dengan menu yang dibuat sendiri oleh pemiliknya.
Pemilik usaha, Yudi Setiawan (30), mengatakan bahwa sate usus menjadi menu yang paling diminati pelanggan. Ia menuturkan bahwa sate usus memiliki rasa gurih dan tekstur yang empuk, sehingga banyak pelanggan yang tertarik untuk membelinya, Kamis (20/02/2025).
“Paling banyak dicari itu sate usus, rasanya gurih dan teksturnya empuk,” jelas Yudi.
Sate Jeroan Abayat menyediakan empat jenis sate, yaitu sate usus, sate ampelo, sate ati, dan sate telur puyuh. Dengan harga yang bersahabat, pelanggan dari berbagai kalangan sering datang untuk menikmati hidangan ini.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, dengan sate telur puyuh seharga Rp1.000 per tusuk, sedangkan sate usus, sate ampelo, dan sate ati dijual Rp2.000 untuk tiga tusuk.
Setiap harinya, Yudi bisa menjual hingga 2.000 tusuk sate. Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut bisa bertambah jika kondisi sedang ramai dan banyak pelanggan yang membeli dalam jumlah besar.
“Kadang sehari habis sampai dua ribu tusuk, kalau ramai bisa lebih,” katanya.
Sate Jeroan Abayat buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Waktu buka yang cukup panjang memungkinkan pelanggan menikmati sate jeroan kapan saja mereka menginginkannya. Banyak pelanggan yang memilih datang di siang hari untuk makan siang atau sekadar menikmati jajanan lezat ini.
Namun, seperti usaha Sate Jeroan Abayat juga menghadapi kendala. Yudi menyebutkan bahwa tidak ada kendala besar dalam usahanya, kecuali jika tiba-tiba turun hujan turun yang menyebabkan sepinya pembeli.
“Tidak ada masalah besar, paling kalau tiba-tiba hujan, pembeli jadi sepi,” ungkap Yudi.
Dengan cita rasa khas dan harga yang terjangkau, Sate Jeroan Abayat telah lama menjadi favorit di Mojokerto. Banyak pelanggan setia yang menikmati kelezatannya dan berharap usaha ini terus berkembang.
“Sate jeroan ini sudah termasuk jajanan legend di sini,” tutupnya. (Steven)
