
Sragen, kabarterdepan.com – Di tengah riuhnya kemeriahan Sangiran Fair 2025, aroma bedak dan semangat seni menyatu di bawah tenda putih di lapangan Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.
Puluhan model dengan busana pengantin penuh warna tampil memukau dalam Talkshow Komunitas Fest yang menghadirkan para perias lokal dari komunitas Makeup Artist (MUA) “Jumat Berkah Sragen.”
Bukan sekadar pamer kecantikan, kegiatan ini menjadi panggung bagi para MUA lokal untuk menunjukkan hasil karya terbaik mereka sekaligus berbagi inspirasi di hadapan pengunjung.
Ketua Komunitas MUA Jumat Berkah, Indri Kardiyanto, mengungkapkan bahwa Talkshow tersebut mengangkat tema “Rias Pengantin dan Busana Pernikahan Khas Sragen.”
Peserta Sangiran Fair
Sebanyak 11 peserta dari 11 MUA se-Kabupaten Sragen ikut ambil bagian, menampilkan gaya rias modern hingga tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal.
“Event ini menjadi wadah bagi para MUA untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam merias pengantin sekaligus menambah pengalaman tampil di panggung besar seperti Sangiran Fair,” ujar Indri dengan senyum bangga.Sabtu (25/10/2015).
Selain menampilkan hasil riasan, para peserta juga mendapatkan penilaian langsung dari juri, termasuk Indri sendiri. Kriteria yang dinilai meliputi kerapian riasan wajah, tata alis, dan keserasian busana pengantin.
Komunitas MUA Jumat Berkah sendiri telah berdiri selama empat tahun. Tak hanya menggelar kegiatan sosial, komunitas ini juga aktif membuka kelas tata rias di Serambi Sukowati Sragen bagi masyarakat yang ingin belajar dunia kecantikan.
“Kami ingin membuka peluang untuk anak-anak muda yang punya minat di bidang makeup. Ini bisa jadi bekal keterampilan dan peluang usaha di masa depan,” tambah Indri.
Kemeriahan Talkshow MUA Jumat Berkah di tengah gelaran Sangiran Fair menjadi bukti bahwa seni kecantikan juga memiliki ruang penting dalam pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.
Sebagai informasi tambahan, Sangiran Fair 2025 dibuka selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, menghadirkan ragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Hari pertama dibuka dengan Parade Festival Jerami Purba, Talkshow Komunitas Fest Kemenpora, Lomba Fotografi, dan Festival Budaya.Selain itu, tersedia 35 stan UMKM dan Dekranasda yang menampilkan kuliner khas, kerajinan tangan, serta produk kreatif lokal.
Pada hari kedua, masyarakat Sragen dihibur dengan Senam Aerobik berhadiah doorprize dan Sangiran 5K, yang diikuti 1.500 peserta dari berbagai kalangan.
Gelaran Sangiran Fair 2025 bukti nyata kolaborasi lintas instansi antara Pemerintah Kabupaten Sragen, Dispora, Kemenpora RI, dan Kemenbud RI.
Acara ini bukan sekadar hiburan, tapi juga upaya strategis memperkuat citra daerah sebagai “The Land of Java Man” mengangkat potensi budaya dan wisata dari kawasan Situs Warisan Dunia Sangiran..
