Sampuran Aek Tombang, Surga yang Tersimpan di Muara Batang Angkola

Avatar of Redaksi
IMG 20250621 WA0014
Pengunjung dari anggota pramuka saat melakukan kegiatan di Aek Tombang (Suhartono / Kabarterdepan.com)

Mandailing Natal, Kabarterdepan.com – Sampuran atau Air Terjun Aek Tombang di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan surga yang menyimpan keindahan alam.

Keindahan itu mampu memanjakan mata dengan kesegaran udara dan airnya, serta habitat bagi flora dan fauna.

Air terjun setinggi kurang lebih 80 meter, turun dari Bukit Barisan, memancarkan warna bagai pelangi apabila terpancar oleh matahari.

Aek Tombang menjadi salah satu destinasi unggulan wisata yang ada di Kecamatan Siabu.

Di samping terjunan air yang memukau, di sekitaran sampuran juga tersimpan suasana alam dengan kicauan burung yang bisa menenangkan jiwa bagi para pengunjung.

Kepala Desa Muara Batang Angkola, Satriya Wira, mengutarakan, Sampuran Aek Tombang ini berbeda dari sampuran yang ada di Madina karena ketinggian yang tidak dimiliki air terjun lainnya.

“Air terjunnya sangat tinggi, dan terjunannya sampai bawah seperti embun. Bila terpancar matahari berpelangi,” ungkapnya, Sabtu (21/06/2025).

“Airnya jernih dan dingin serta bisa langsung diminum langsung, bagai air mineral kemasan, selain itu panorama alamnya juga memukau dan masih asri,” sambungnya.

Masih kata Kades Muara Batang Angkola, selain untuk memanjakan mata lokasinya juga bisa menjadi edukasi alam.

“Banyak habitat flora dan fauna yang bisa menjadi tempat edukasi bagi para peneliti dan pelajar mengenal tumbuhan dan hewan terutama burung kicau di sampuran ini,” ungkapnya.

Kades Muara juga mengatakan, akses jalan sedikit agak alami, namun bagi para pecinta alam ini sangat cocok.

“Akses jalan masih alami, pingiran jalan masih ditumbuhi tanaman hutan, jadi ini menjadi daya tarik bagi pecinta alam,” tambahnya.

Satriya berharap dan yakin, bila kolaborasi dan perhatian dari semua pihak, lokasi ini bisa menjadi pendapatan daerah di bidang pariwisata.

“Bila ditata dan dikelola dengan baik saya yakin bisa menjadi pendapatan di bidang pariwisata, kalau dana desa dibuat ke sana belum ampu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ihsan Siregar, mengutarakan bahwa akses jalan yang agak jauh dari penyeberangan serta kondisi jalan yang masih tanah hutan, menjadi daya tarik tersendiri bagi traveler dan pecinta olah raga lintas alam.

“Lokasinya memang sedikit jauh. Namun, ini tidak terasa melelahkan karena suasana jalan yang dilalui masih asri dan segar apalagi setelah tiba, semua lelah hilang,” bebernya.

“Sepanjang perjalanan hingga tiba di lokasi, menurut saya sangat cocok sekali untuk hiking, camping, rock climbing, rafting, arung jeram, mountain biking, orienteering, bahkan survival,” lanjut Ihsan. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page