Safari Ramadan di Kranggan, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Waspada Banjir dan Arus Informasi Hoaks

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melaksanakan safari salat tarawih di Masjid As Sholichiyah, Jl. Penarip II No.15, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melanjutkan rangkaian agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan melaksanakan salat Tarawih berjamaah di Masjid As Sholichiyah, Kelurahan Kranggan, Senin (2/3/2026) malam.

Memasuki fase 10 hari kedua Ramadan, momentum ini dimanfaatkan oleh wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan penting terkait kesiapsiagaan bencana dan ketahanan informasi di tengah warga.

Selain fokus pada peningkatan ibadah, Ning Ita memberikan penekanan khusus pada dua isu krusial: kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir serta kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks.

Puncak Musim Hujan dan Ancaman Luapan Sungai

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Februari hingga Maret merupakan puncak musim penghujan.

Mengingat letak geografis Kota Mojokerto yang dikelilingi oleh tujuh aliran sungai besar, Ning Ita mengingatkan bahwa koordinasi antara hulu dan hilir sangat menentukan keamanan wilayah dari ancaman banjir.

Ia menekankan bahwa sumbatan sampah pada saluran air lokal menjadi faktor risiko utama yang dapat memperburuk keadaan saat intensitas hujan tinggi.

“Kalau dari hulu sungai terjadi curah hujan dengan intensitas yang tinggi, lalu di hilirnya, di wilayah kita tersumbat sampah, maka akan ada potensi banjir.

Karena itu mari kita jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kita,” pesan perempuanyang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Tingkatkan Waspada

WhatsApp Image 2026 03 03 at 8.23.28 AM 1

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial. Menurutnya, derasnya arus informasi membuat masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan berita.

“Kalau Panjenengan melihat atau membaca informasi yang diragukan kebenarannya, silakan lakukan cross check. Pemerintah Kota Mojokerto melalui Kominfo menyediakan kanal resmi untuk memastikan kebenaran informasi,” tegasnya.

Ning Ita berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh fitnah atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Ia menekankan pentingnya mencari sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak terjerumus dalam penyebaran berita bohong.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis Ning Ita menyerahkan dana hibah sebesar Rp75 juta kepada pengurus Masjid As Sholichiyah.

Bantuan tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan ruang kelas. Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menyalurkan paket takjil berupa susu dan kurma untuk jemaah.

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page