Saat Demo Berlangsung, Kadis Disperta KP Sampang Izin Sakit

Avatar of Redaksi
demo
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Sampang di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Rabu (14/1/2026), sempat diwarnai penolakan dari massa aksi terhadap upaya mediasi yang diwakili pejabat struktural.

Pantauan kabarterdepan.com di lokasi, pihak Disperta KP awalnya mengutus Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk menemui massa.

Namun, para pendemo menolak dan bersikeras meminta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono, hadir langsung di tengah-tengah massa aksi.

“Yang kami minta adalah kepala dinas, bukan perwakilan. Ini persoalan serius menyangkut petani dan aset negara,” teriak salah satu orator

Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarterdepan.com, Kepala Disperta KP Kabupaten Sampang, Suyono, pada saat aksi berlangsung diketahui sedang izin sakit semenjak Selasa (13/1/2026), sehingga tidak dapat menemui massa aksi secara langsung.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum dapat meredam tuntutan massa yang tetap meminta kehadiran pimpinan tertinggi instansi tersebut.

Setelah aksi berlangsung cukup lama, tim kabarterdepan.com kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.

Terkait dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah membuka akses pelaporan bagi masyarakat.

“Kalau memang ada penjualan pupuk di atas HET dan disertai bukti-bukti yang valid, itu bisa langsung dilaporkan. Dan jika terbukti, akan langsung diproses di hari pelaporan tersebut,” ujarnya kepada kabarterdepan.com.

WhatsApp Image 2026 01 14 at 12.10.50 PM
Aksi pendemo yang memakan setengah badan jalan saat melakukan orasi (fais/kabarterdepan.com)

Massa Demo Tetap Tegaskan Tuntutan

Sementara itu, menanggapi dugaan hilangnya mesin hand traktor yang menjadi sorotan mahasiswa, pihak Disperta KP menyatakan telah menempuh jalur hukum.

“Terkait hand traktor yang hilang, kami sudah membuat laporan kepada pihak yang berwajib. Jadi mari kita tunggu hasil dari Polres Sampang,” jelasnya.

Meski telah ada penjelasan dari pihak Disperta KP, massa aksi menegaskan tetap menuntut klarifikasi langsung dari Kepala Dinas serta langkah konkret dan terbuka atas tuntutan yang mereka sampaikan. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page