IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Saat Cak Imin Salah Sebut PAN Sebagai Partai Koalisi AMIN

Avatar of Andy Yuwono
Konsolidasi ribuan relawan AMIN di DBL Arena, Surabaya, Rabu (10/1/2024) (Redaksi Kabarterdepan.com)
Konsolidasi ribuan relawan AMIN di DBL Arena, Surabaya, Rabu (10/1/2024) (Redaksi Kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) no urut 1 Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin sempat salah sebut Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bagian dari koalisi perubahan yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN).

Hal itu terjadi saat Cak Imin memberikan peryataannya di hadapan ribuan relawan yang hadir dalam acara konsolidasi Akbar Relawan AMIN di gedung DBL, Surabaya, Rabu (10/1/2024).

Responsive Images

Mulanya Cak Imin menyebut bahwa Jawa Timur merupakan barometer kemenangan Pemilu 2024. Jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menang di Jatim, maka pasangan AMIN juga akan menang di Jawa Timur.

“Jawa Timur barometer kemenangan Pemilu 2024. Dan alhamdulillah, PKB selalu dan hampir selalu pemenang di Jawa Timur. Sehingga, PKB menang hampir pasti AMIN menang di Jawa Timur ini,” ujarnya.

Dalam konteks Pilpres 2024, Cak Imin meyakini dukungan partai Koalisi akan menjadi kekuatan untuk memenangkan AMIN.

“Apalagi didukung oleh partai koalisi, PAN dan PKS, insyallah kemenangan akan… Nasdem, Nasdem dan PKS, insyallah kemenangan akan semakin hadir,” tegasnya meralat salah sebut PAN sebagai Koalisi AMIN.

Cak Imin kemudian meminta pada para pendukungnya untuk meneriakkan yel-yel relawan AMIN. Teriakan Cak Imin yang menjadi komandonya pun, disambut oleh ribuan relawan yang hadir.

“Kalau saya bilang perubahan jawabnya apa, Perubahan…(Amin)…Perubahan (Amin),” teriaknya.

Atas dukungan ini, pihaknya pun meminta pada para calon legislatifnya agar turut bergerak memenangkan AMIN di daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing.

Di acara tersebut sebenarnya dihadiri oleh Yusuf Kalla yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden di Era Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan di era Presiden Joko Widodo. Namun Yusuf Kalla atau yang akrab disapa JK ini tidak bisa berkampanye karena posisinya bukan sebagai Juru Kampanye atau Jurkam.

“Beliau tidak bisa karena bukan bagian dari juru kampanye. Namun, semua sudah tahu bagaimana sikap pak JK terhadap AMIN,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar