Rumah Tanpa Cahaya, Film Drama Keluarga Tentang Kehilangan Sosok Ibu

Avatar of Lintang
Film Rumah Tanpa Cahaya. (Cineplex21)
Film Rumah Tanpa Cahaya. (Cineplex21)

Hiburan, Kabarterdepan.com — Rumah Tanpa Cahaya secara resmi menghiasi layar bioskop tanah air mulai hari ini, 12 Februari 2026, sebagai sebuah persembahan drama keluarga yang menyentuh palung hati terdalam penonton.

Film garapan rumah produksi Citra Sinema dan Sinemart ini mengeksplorasi betapa rapuhnya sebuah pondasi rumah tangga ketika sosok ibu, yang selama ini menjadi pusat energi dan kebahagiaan, harus berpulang.

Dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Donny Damara dan Ira Wibowo, karya ini tidak hanya sekadar tontonan, melainkan sebuah refleksi tentang bagaimana duka bisa melumpuhkan, namun cinta yang tersisa sanggup menyatukan kembali kepingan yang patah.

Perjalanan emosional dalam film ini terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, terutama dengan latar usaha kuliner tradisional yang menjadi tumpuan hidup karakter-karakternya.

Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya

Narasi film berpusat pada sosok Nurul (Ira Wibowo), istri dari Qomar (Donny Damara). Nurul bukanlah sekadar ibu rumah tangga biasa; ia adalah “mesin” utama yang menghidupi rumah tersebut dengan kasih sayang dan kerja keras.

Nurul membangun sebuah warung Empal Gentong yang tidak hanya menjadi sumber rezeki, tetapi juga ruang kehangatan sosial.

Ketulusan hati Nurul digambarkan lewat kebiasaannya menjamu para pengemis dan mereka yang membutuhkan tanpa ragu. Bagi keluarga Qomar, Nurul adalah jembatan yang menghubungkan setiap anggota keluarga.

Namun, kepergiannya yang mendadak meninggalkan lubang besar yang tak terbendung, membuat rumah yang tadinya penuh doa dan tawa, seketika berubah menjadi sunyi dan gelap.

Sepeninggal Nurul, dunia Qomar runtuh. Qomar terperosok dalam kesepian, sementara Samsul (Ridwan A. Ghany) dan Azizi (Lavicky Nicholas) baru menyadari betapa pentingnya arti kehadiran seorang ibu.

Warung Empal Gentong yang dulu harum dan ramai kini ikut meredup. Bisnis keluarga ini menjadi simbol dari kondisi batin mereka; tanpa sentuhan sang ibu, usaha tersebut kehilangan “rasa” dan arahnya. Ketidakharmonisan mulai muncul karena tidak ada lagi jembatan komunikasi yang selama ini dibangun oleh Nurul.

Rumah Tanpa Cahaya menyoroti perjalanan menyakitkan namun indah tentang cara sebuah keluarga bangkit dari titik terendah.

Film ini menekankan bahwa meski raga seseorang telah tiada, nilai-nilai, cinta, dan “cahaya” yang mereka tinggalkan tetap bisa menjadi pemandu bagi mereka yang masih hidup.

Qomar, Samsul, dan Azizi dipaksa untuk keluar dari cangkang duka mereka masing-masing dan belajar untuk saling menguatkan.

Mereka harus menemukan cara untuk menyulut kembali api di tungku Empal Gentong mereka, sekaligus menyatukan kembali jalinan komunikasi yang sempat terputus. Ini adalah kisah tentang daya juang manusia dalam menghadapi kehilangan yang paling absolut.

Responsive Images

You cannot copy content of this page