
Sragen, kabarterdepan.com – Cuaca ekstrem yang terjadi baru-baru ini sempat menyebabkan banjir dan merusak beberapa infarstruktur bangunan fasilitas umum di Sragen.
Seperti halnya, yang terjadi pada bangunan pagar pasar hewan Sumberlawang yang awalnya nampak baik-baik saja. Namun kini menjadi tengah menjadi sorotan semenjak peristiwa robohnya sebagian tembok pagar tersebut.
Robohnya pagar pasar sepanjang kurang lebih 50 meter itu diketahui bersamaan dengan datangnya guyuran hujan dengan intensitas tinggi diseputaran lokasi pada Senin (20/1/2025).
Tembok pagar beton bersama pasangan pondasi ambrol menjorok keluar, puing material memenuhi drainase di bawahnya.
Kejanggalan Robohnya Pasar Hewan Sumberlawang
Kejadian itu membuka fakta jika bagian bawah lantai beton dan pagar terdapat timbunan bekas sampah yang bercampur dengan material tanah urug di lokasi tersebut.
“Meski tak menimbulkan korban jiwa. Kondisi cuaca yang terjadi seakan-akan tengah menguji kualitas perencanaan konstruksi dan hasil pembangunan pagar pasar hewan Sumberlawang,” ungkap salah satu aktivis anti ruah Solo Raya Anggit Sugesti Kamis (23/1/2025) siang.
Dikatakan, setelah melihat kondisi pagar yang ambrol dilapangan dirinya memutuskan untuk melaporkan temuan kejanggalan tersebut di Kejaksaan Negeri Sragen.
“Kita sudah melaporkan kejanggalan di Kejari Sragen Kemarin Rabu (22/1/2025),” singkatnya.
Sementara, dari kesaksian beberapa warga sekitar lokasi pasar hewan membenarkan jika salah satu penyebab robohnya sebagian pagar bersamaan dengan turunnya hujan dengan intesitas tinggi pada Senin (20/1/2025) sore.
“Awalnya terjadi hujan deras, jam 15.00 WIB pagar tembok mengalami keretakan, setelah itu jam 15.30 WIB tembok pagar ambrol, dulunya sebelum dibangun di bawah pagar yang roboh adalah tempat pembuangan sampah,” mengulang keterangan Suwardi (42) warga setempat, Yani pedangan pasar dan Dodik ketua RT 08 Dusun Nganti, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Selasa (21/1/2025).
Di sisi lain, dari data yang dihimpun kabarterdepan.com di lapangan, penataan pasar hewan Sumberlawang merupakan program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen.
Proyek rehabilitasi itu menelan anggaran APBD Sragen sebesar Rp 6.580.670.000 dan dikerjakan pihak ketiga atau rekanan PT Rejo Makmur Asri dengan nomor kontrak 524/PPBJ-1667/10/2023.
Paket pekerjaan miliaran rupiah tersebut ternyata juga telah mendapatkan pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan Negeri Sragen. Hal itu diketahui dari papan informasi proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan bulan November 2023 hingga – awal Januari 2024
“Paket pekerjaan ini mendapatkan pendampingan pengawasan dari Kejaksaan Negeri Sragen,” kalimat yang tertera di papan informasi berlambang “Satya Adhi Wicaksana”.
Sementara, dari data uraian kegiatan rehabilitasi pasar hewan Sumberlawang tahun 2023 menunjukan, besaran anggaran rehab pasar hewan Sumberlawang mencapai Rp 6.580.670.000, dan terbagi menjadi empat kegiatan diantaranya.
Pertama, pekerjaan gedung kantor senilai Rp 2.076.558.441,30. Kedua, pekerjaan pendestrian dan urug sekitar Rp 323.067.982,91
Ketiga pekerjaan perkerasan parkiran, jalan dan talud sebesar Rp 3.539.004.767,90 Keempat pekerjaan saluran mencapai Rp 735.587.885,65.
Sebagai informasi tambahan, rehab pasar hewan Sumberlawang tahun 2023 telah diremikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Sukowati pada Selasa 16 Januari 2024 lalu.
Pasar hewan itu kembali lagi mendapatkan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 sebesar Rp134.700.000 untuk melanjutkan pembangunan pagar pasar.
CV Atlanta sebagai penyedia jasa telah merampungkan pekerjaan pembangunan pagar di belakang pasar Suberlawang pada akhir Desember 2024. (Masrikin).
