
Yogyakarta, Kabarterdepan.com — Ribuan mahasiswa Yogyakarta dari berbagai kampus berkumpul di Lapangan Parkir Abu Bakar Ali (ABA), Suryatmajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kamis (20/2/2025).
Mereka akan bergerak menuju Titik Nol Kilometer.
Mereka nampak menggunakan pakaian serba hitam dan nampak melakukan aksi untuk menyatakan penolakan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.
Meskipun kondisi cuaca cukup terik, para mahasiswa terus melakukan aksinya.
Koordinator Dewan Mahasiswa FSA UIN Sunan Kalijaga, Mustofa menyampaikan jika kebijakan efisien berdampak kepada berbagai sektor kehidupan, salah satunya pendidikan.
“Efisiensi berdampak pada pemangkasan di berbagai kementerian. Tuntutan kami Mengembalikan APBN sesungguhnya 20 persen,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.
Dirinya dan mahasiswa yang lain khawatir jika efisiensi terus berlanjut akan semakin memperparah kondisi di rakyat yang semakin susah.
Tidak hanya mahasiswa, beberapa dosen juga nampak terlihat ikut dalam aksi.
Salah Satunya Ahmad Raditya yang baru Kamis siang mengetahui informasi akan dilakukannya aksi di sekitar Jalan Malioboro. Dirinya beranggapan jika saat ini Indonesia terlalu memiliki banyak masalah.
Dirinya berharap para pejabat bisa taubat massal dan berpihak kepada rakyat.
“Ini terlalu multidisiplin masalah. Mungkin karena sistem politiknya, kalau sistem ekonomi baik tapi yang menjalankan ini sangat korup,” katanya.
“Rakyat berharap komponen pemerintah mendukung maupun didukung melakukan tobat massal dan tobat berjamaah,” katanya. (Hadid Husaini).
