
Mojokerto, Kabarterdepan.com — Band metal progresif asal Mojokerto, Revind, kembali menunjukkan taringnya lewat single terbaru bertajuk ‘Dead Engine’, sebuah karya penuh energi yang menyuarakan kemarahan, pengkhianatan, dan kebangkitan dari keterpurukan.
Lagu ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikal Revind, yang kini semakin matang dalam menyampaikan pesan sosial dan emosional melalui musik keras yang mereka usung.
Lirik yang Menggugah dan Penuh Perlawanan
Dead Engine dibuka dengan teriakan penuh emosi dan lirik ‘A thousand words of lies, spoken!’ yang langsung menghantam pendengar dengan nuansa kekecewaan mendalam.
Lagu ini menggambarkan perasaan dikhianati oleh seseorang atau sistem yang selama ini dianggap memiliki otoritas, namun ternyata menyimpan kebusukan di balik topengnya.
Dengan penggalan lirik seperti ‘You are no god to me’ dan ‘Go dig your own fuckin’ grave’, Revind secara eksplisit menolak tunduk pada kekuasaan yang menindas.
Lagu ini menjadi semacam deklarasi kemerdekaan dari belenggu manipulasi, dan seruan untuk membongkar kepalsuan yang selama ini tersembunyi.
Musik Keras yang Sarat Emosi
Secara musikal, ‘Dead Engine’ menggabungkan elemen metalcore, industrial, dan post-hardcore, dengan riff gitar yang agresif, dentuman drum yang menghentak, serta vokal yang berganti antara scream dan clean dengan intensitas tinggi. Produksi lagu ini terasa megah namun tetap mentah, mencerminkan emosi yang belum tersaring dan masih membara.
Revind juga menyisipkan elemen teatrikal dalam aransemen lagu, terutama pada bagian bridge yang menyebut ‘Release the dragon’s fire to bring the kingdom to its knees’, menciptakan suasana epik yang menggambarkan kehancuran simbolik dari kekuasaan yang korup.
Pesan Sosial dan Relevansi Zaman
Dalam pernyataan resminya, vokalis Revind mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap kondisi sosial-politik saat ini.
“Kami melihat banyak orang yang merasa dikhianati oleh sistem, oleh pemimpin, bahkan oleh orang-orang terdekat. ‘Dead Engine’ adalah suara mereka yang selama ini dibungkam,” ujarnya.
Lagu ini juga menjadi bentuk kritik terhadap politik kekuasaan yang manipulatif, sebagaimana tercermin dalam lirik “So sick of your politics.” Revind tidak hanya ingin membuat pendengarnya headbang, tetapi juga berpikir dan merasakan.
Antisipasi dan Rencana Ke Depan
‘Dead Engine’ kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Video musik resmi lagu ini dijadwalkan rilis pada akhir bulan Mei, dan dikabarkan akan menampilkan visual yang menggambarkan kehancuran simbolik dari sistem yang korup.
Revind juga tengah mempersiapkan tur mini di beberapa kota besar di Indonesia untuk mempromosikan lagu ini, sekaligus memperkenalkan materi baru dari album yang sedang mereka garap.
Tentang Revind
Revind adalah band metal asal Mojokerto yang dikenal dengan gaya musik keras berpadu lirik yang reflektif dan penuh makna. Sejak debut mereka, Revind telah membangun basis penggemar yang loyal dan terus berkembang, berkat konsistensi mereka dalam menyuarakan keresahan generasi muda melalui musik. (*)
