Respon Cepat Bencana, Pj Wali Kota Mojokerto Tekankan Koordinasi Antarwilayah

Avatar of Redaksi
Snapinsta.app 469494842 599228279301725 5895013500391921739 n 1080
Potret Pj Wali Kota Mojokerto saat ditemui wartawan usai Ratas Penanganan Bencana (@makuncoro / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Rapat Terbatas Penanganan Bencana berlangsung di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Huda, Kelurahan Kedundung, Jumat (6/12/2024).

Pertemuan ini dilakukan usai banjir dan genangan air yang melanda beberapa titik di Kota Mojokerto akibat hujan deras, termasuk di Kelurahan Kedundung yang juga terdampak.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan quick respons terhadap berbagai potensi bencana, seperti banjir dan pohon tumbang yang sering terjadi saat hujan deras. Ia juga menekankan peran Camat dan Lurah sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

“Selama BPBD belum terbentuk, maka seluruh OPD harus menjadi bagian dari BPBD itu ketika terjadi sebuah bencana di kota Mojokerto ini ”  tegasnya.

Ali Kuncoro mengingatkan bahwa tingginya curah hujan saat ini menyebabkan terjadinya banjir di beberapa wilayah seperti saluran air di Kecamatan Magersari dan pohon tumbang sehingga memerlukan kewaspadaan dari masyarakat serta upaya mitigasi bencana yang lebih serius.

Antisipasi, mitigasi, dan koordinasi lintas sektor harus terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana di wilayah tersebut.

“Maka kita harus mawas dan melakukan mitigasi cepat supaya di setiap kejadian yang muncul kita bisa segera melaksanakan penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.

Ali Kuncoro menekankan pentingnya penanganan banjir secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Selain karena masalah banjir melibatkan wilayah sekitar, diperlukan koordinasi dan kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Sekda Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, diketahui akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Pemkab Mojokerto pada Senin (9/12/2024) mendatang. Rakor tersebut nantinya bertujuan untuk membahas masalah aliran sungai, pendangkalan, dan pertumbuhan eceng gondok yang menjadi faktor utama penyebab banjir.

“Terkait hal-hal yang harus segera disikapi, seperti pada aliran sungai yang sudah ada pendangkalan, ada eceng gondok, dan sumbatan yang itu harus dilakukan kerja bersama,” jelasnya.

Ali Kuncoro juga menyoroti kondisi geografis Kota Mojokerto yang cekung membuatnya rentan banjir saat hujan deras berlangsung lama. Tujuh sungai yang mengalir melalui kota ini menjadi tantangan tambahan dalam mengelola risiko banjir.

“Yang bisa kita lakukan untuk menanganinya dengan memaksimalkan 22 rumah pompa yang kita miliki, kita siagakan dan kita operasionalkan dengan cepat dan tanggap,” katanya.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Warga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan sungai di sekitar tempat tinggal mereka, guna mengurangi risiko banjir. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page