
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Sejumlah warga di Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto diresahkan dengan aksi pencurian burung berkicau yang terjadi beberapa waktu terakhir. Salah satunya sempat terekam CCTV.
Pencurian burung berkicau jenis Murai Batu dan Cucak Hijau ini terekam jelas kamera pengintai. Pelaku yang datang sendirian terekam menggasak burung dari luar pagar rumah milik Yohan Astopuro.
Mirisnya, pencurian hewan peliharaan ini bukan terjadi sekali saja, warga lain menyebut jika kehilangan hewan burung sebanyak 5x dalam kurun waktu yang bersamaan.
Yohan Astopuro (33) pemilik rumah yang menjadi korban pencurian burung seharga Rp. 1.750.000 itu mengaku jika aksi pencurian dirumahnya terjadi malam hari menjelang subuh.
“Terjadi pada pukul 03.17 WIB tahu-tahu kandangnya sudah berada di bawah,” katanya saat ditemui Sabtu (7/9/2024) pagi.
Ia menuturkan, pelaku menyatroni kediamanya itu pada Jumat (6/9/2024) malam. Aksinya pun terekam kamera CCTV yang sengaja terpasang menyoroti 2 kandang burung cucak ijo miliknya.
“Saya lihat CCTV ternyata dicuri orang, cara ngambilnya itu lewat selah-selah pagar,” terangnya.
Pelaku yang datang sendirian dengan menggunakan motor jenis yamaha jupiter warna oranye dan memakai helm serta masker itupun sempat menggasak burung milik kakanya yang berada di sebelah rumahnya.
“Habis itu ngambil lagi melihat ada murai batu diambil juga, sempat mematikan lampu biar tidak ketahuan orang,” tuturnya.
Pelaku yang berbadan kurus itupun dalam hitungan beberapa menit berhasil membawa kabur 2 burung berkicau. Dalam aksinya lokasi rumah korban yang berdekatan dengan jalan raya tak membuat takut pelaku.
Terlihat dalam rekaman kamera pengintau itu gerak gerik pelaku sempat berpura pura motor miliknya mogok ketika ada pengendara yang melintas.
“Melarikan diri ke arah Mojosari, sering terjadi bahkan hari ini 5 kali di rumah saya, 4 sebelumnya di gang desa,” pungkasnya.
Atas kejadian ini, ia dan keluarganya mengalami kerugian jutaan rupiah, namun Yohan enggan melaporkan insiden yang menimpanya ini ke pihak yang berwajib.
“Tidak apa apa mas, buat pelajaran saja dan lebih waspada lagi,” tutupnya.
