Permintaan Meningkat Saat Ramadan, Rengginang Asal Mojokerto Laris hingga Malaysia

Avatar of Redaksi
rengginang
Bagus Dwi Purnomo, pengusaha rengginang saat menunjukkan rengginangnya yang akan dikirim ke Hongkong. (Segaf/Kabar Terdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ramadan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi Bagus Dwi Purnomo, pelaku usaha rengginang dari Sawahan Gang 2, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Memasuki bulan suci, permintaan produknya melonjak tajam, bahkan merambah pasar mancanegara seperti Hongkong dan Malaysia.

Di usia 32 tahun, Bagus meneruskan usaha keluarga yang telah bertahan selama tiga generasi. Setiap Ramadan, aktivitas di dapur produksinya meningkat drastis.

Tembus Mancanegara

Pada Februari yang bertepatan dengan Ramadan tahun ini, ia sukses mengirim 3.000 pieces rengginang ke Hongkong dalam dua kali pengiriman.

Saat ditemui di kediamannya, Bagus mengungkapkan bahwa peningkatan pesanan terasa signifikan menjelang Hari Raya.

“Ya, untuk bulan Ramadhan menuju bulan hari raya, alhamdulillah permintaannya meningkat. Biasanya satu bulan sekali, Hongkong minta 1.500 piece dan alhamdulillah bulan ini dua kali,” kata Bagus, Rabu (25/2/2026) pagi.

Ia menjelaskan, total 3.000 pieces tersebut dirampungkan dalam waktu delapan hari selama Ramadan. Pada kondisi normal, pengiriman ke Hongkong rata-rata hanya 1.500 pieces per bulan.

“Dikirim setiap bulan, jadi kami kerjakan dalam empat hari 1.500 piece ketika sudah siap, langsung bisa dikirim,” lanjutnya.

Lonjakan permintaan juga datang dari pasar domestik. Sejumlah toko di berbagai daerah di Jawa Timur rutin memesan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah untuk di lokal, terutama di Jawa Timur, Madiun, Magetan, kemudian Surabaya, Malang, Tulungagung, Trenggalek, toko-toko juga pada minta,” terangnya.

Proses Produksi Rengginang

WhatsApp Image 2026 02 25 at 9.28.54 AM 1

Dalam proses produksinya, pembuatan rengginang dimulai dari perendaman beras ketan, kemudian dicuci dan dimasak hingga matang.

Bagus dibantu enam karyawan untuk mengejar target harian. Setelah matang, ketan dibentuk bulat kecil dan dijemur. Namun karena masih musim hujan, proses pengeringan turut dibantu oven sebelum akhirnya digoreng.

“Alhamdulillah kapasitas produksi 100 kilogram bahan baku per hari,” lanjutnya.

Dengan peningkatan pesanan selama Ramadan, usaha rengginang keluarga ini kian memperluas jangkauan pasar. Tak hanya kuat di pasar lokal, produk tersebut juga semakin dikenal di pasar internasional.

“Pertama di Hongkong, terus kemudian di Malaysia. Kalau yang di Malaysia masih 100 piece, mintanya masih sedikit. Kalau yang di Hongkong sudah 1.500 piece sudah dua kali bulan Februari ini,” pungkasnya. (Segaf)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page