
Sampang, kabarterdepan.com – Di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya, seorang remaja berusia 15 tahun asal Madegan, Sampang, mampu memberi teladan luar biasa dengan menjadi penghafal alquran.
Ia adalah Abi Ya’kub, anak dari pasangan Habibul Imam, seorang petani sederhana, dan Dohirowati, ibu rumah tangga.
Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, Abi Ya’kub sudah mulai belajar menghafal Alquran di Rumah Tahfidz Ar-Rahman. Meski harus pulang-pergi setiap hari dari rumahnya di Madegan ke rumah tahfidz, semangatnya tak pernah surut.
Hafal alquran Gunakan MP3
Dengan segala keterbatasan, Abi mengembangkan cara unik untuk menghafal, Abi menggunakan MP3 murottal yang ia beli seharga Rp 200 ribu.
Tak tanggung-tanggung, kini ia memiliki dua mp3 murattal yang selalu menemaninya dan untuk saat ini Abi Yakub sudah menghafal 18 juz
Dari MP3 murattal itulah ia terus muraja’ah, yaitu metode mengulang hafalan berulang kali hingga melekat di hati dan pikirannya.
Pernah, Baznas Sampang hendak memberikan mushaf alquran braille untuk membantu Abi. Namun dengan penuh keteguhan, Abi memilih tetap setia dengan metode MP3 murattal yang sudah menjadi caranya menapaki jalan tahfidz.
Dalam sesi wawancara dengan tim kabarterdepan.com, Abi Ya’kub ditanya tentang cita-citanya. Dengan suara lirih yang membuat suasana hening sejenak, ia menjawab
“Saya ingin bisa umrah bersama orang tua, dan kuliah di Mesir,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Jawaban sederhana itu membuat sang ibunda, Dohirowati, tak kuasa menahan air mata. Sambil terisak, ia menceritakan sebuah kenangan yang masih membekas di hatinya.
“Abi pernah bilang ke saya, ‘Mak, emak gak malu ya ngantar saya, saya kondisinya kaya gini mak?’” ungkapnya.
Dengan penuh kasih, sang ibu menjawab lirih sambil memeluk putranya
“Ya gak malu, Nak. Ini bekal jalan emak buat jembatan ke surga Allah nantinya, ”
Lebih dari sekadar penghafal Quran, Abi Ya’kub juga dikenal sebagai anak yang sangat gigih dan disiplin dalam beribadah.
Bahkan di hari Jumat, ketika anak-anak sebayanya masih bermain, Abi sudah bersiap-siap sejak pukul 09.00 WIB untuk menunaikan ibadah salat Jumat dengan penuh antusias.
Kisah Abi Ya’kub bukan hanya tentang seorang bocah penghafal Quran, tapi juga tentang kesungguhan, cinta keluarga, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar. (Fais)
