
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com– Banjir yang melanda Balong Cangkring 2, Kelurahan Pulorejo, Kota Mojokerto, membawa dampak kesehatan serius bagi warga. Selama empat hari terakhir, sejak Minggu dini hari hingga Rabu (11/12/2024), banyak warga mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal dan iritasi akibat air kotor yang menggenangi permukiman mereka. Kondisi ini semakin memperihatinkan, terutama bagi balita yang membutuhkan popok, susu, dan minyak kayu putih, namun belum sepenuhnya terjangkau bantuan.
Pemerintah telah memberikan obat-obatan seperti salep, vitamin, dan obat diare kepada warga terdampak. Namun, kebutuhan khusus untuk balita masih menjadi kekhawatiran.
“Kasihan yang punya balita, mereka butuh Pampers dan susu, tapi terkendala banjir. Kondisi kesehatan warga, terutama anak-anak, menjadi fokus utama di tengah upaya penanganan bencana,” ujar Lastri warga yang terdampak banjir.
Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, membuat debit air sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga.
“Awalnya, genangan air mulai terlihat pada Sabtu, tetapi dampaknya memburuk hingga puncaknya pada Minggu sore. Kaki saya mulai gatal-gatal kalau kena air banjir tapi sudah dikasih salep gatel dari pemerintah, sudah sigap,” ujar Dara, salah satu warga terdampak, menggambarkan situasi yang mereka hadapi.
Upaya logistik telah dilakukan secara sigap. Bantuan dari Kapolres, Basarnas, dan relawan mulai berdatangan sejak Minggu sore, termasuk beras, mi instan, dan telur. Posko darurat juga telah didirikan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak. Hari ini, logistik tambahan berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya kembali disalurkan melalui posko dapur umum.
Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas kembali normal dan kebutuhan khusus balita dapat segera terpenuhi. Solidaritas berbagai pihak terus dibutuhkan untuk membantu warga melewati masa sulit ini, terutama dalam memastikan kesehatan tetap terjaga di tengah bencana. (Innka)
