Ratusan Warga Kepung PT BRM, Tuntut Pengembalian 550 Hektare Lahan Tanaman Kehidupan

Avatar of Redaksi
IMG 20250524 WA0051
Suasana warga yang mengepung PT BTM. (Andika putra/kabarterdepan.com)

Dharmasraya, KabarTerdepan.com– Ratusan warga adat dari Jorong Durian Simpai dan Jorong Koto Baru, Nagari Koto Nan IV Dibawuah, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, turun ke jalan menuntut kejelasan hak atas lahan tanaman kehidupan seluas 550 hektare yang diklaim belum dikembalikan oleh PT. Bukit Raya Mandiri (BRM).

Aksi unjuk rasa berlangsung damai pada Jumat (23/5/2025) siang sekitar pukul 14.15 WIB di kawasan operasional perusahaan, Jorong Lubuk Mansagu. Sekitar 200 warga mengikuti aksi dengan tertib, membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka terhadap perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan tersebut.

Dalam orasinya, warga menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan hak masyarakat adat yang telah digunakan perusahaan selama bertahun-tahun tanpa kejelasan pengembalian. Mereka mendesak perusahaan memberikan pernyataan resmi serta mengembalikan hak masyarakat sebagaimana diatur dalam ketentuan perizinan Hutan Tanaman Industri (HTI), yang mewajibkan penyediaan lahan tanaman kehidupan sebesar 20 persen dari total konsesi.

Namun, pihak PT. BRM melalui Humas-nya, Wahyudi, menyatakan belum bisa mengambil keputusan dan akan menyampaikan tuntutan warga kepada manajemen pusat.

Koordinator aksi, Aidil Fitri Dt. Pangulu Bosau, menyatakan bahwa masyarakat sepakat menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional perusahaan dan mitranya hingga ada tanggapan resmi.

Ia juga menegaskan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada Sabtu (24/5), dan jika masih ditemukan aktivitas, warga akan menghentikannya secara langsung.

Aparat kepolisian dari Polres Dharmasraya dan Polsek Pulau Punjung turut mengamankan jalannya aksi dengan mengerahkan pasukan Dalmas dan tim negosiator.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti, bersama Danramil setempat turut hadir memfasilitasi dialog antara perwakilan massa dan perusahaan.

“Kami mengimbau semua pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian melalui dialog demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Sebagai langkah antisipatif, Polres Dharmasraya telah menyiapkan jalur mediasi antara masyarakat dan manajemen perusahaan, serta memperkuat komunikasi dengan para ninik mamak dan tokoh adat setempat.(Dicka)

Responsive Images

You cannot copy content of this page