
Mandailing Natal, kabarterdepan.com- 135 siswa SD dan 55 siswa SMP yang berada di Desa Muara Batang Angkol, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terpaksa harus pindah ujian semester dan belajar di sekolah lain yang berada di desa tetangga yakni Desa Huta Godang Muda. Hal ini disebabkan sekolah mereka beum bisa digunakan akibat banguan sekolah masih dipenuhi lumpur yang terbawa banjir.
Para siswa diangkut ke lokasi ujian dengan mengunakan Angkutan umum yang disiapkan oleh Perusahaan Perseroan Terbatas Sorik Mas Mining (PT.SMM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan truk Satpol PP Pemerintah Madina.
135 pelajar SD mengikuti ujian Semester ganjil di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Guppi Desa Huta Godang Muda, Senin(8/12/2025).
Kapala SDN 043 Khairani Hasibuan mengatakan, kondisi sekolah telah dilakukan pembersihan oleh semua guru dibantu kepala sekolah dan guru-guru se-kecamatan Siabu.
Pindah Ujian
Namun, untuk di halaman sekolah lumpur masih tebal, oleh karenanya para siswa mengikuti ujian di Madrasah yang ada di Desa Huta Godang muda.
“Karena kondisi halaman sekolah masih tebal tanah, lumpurnya, makanya siswa kita pindahkan kesini untuk mengikuti ujian,” ucap Khairani.
Khairani mengungkapkan, para siswanya dalam mengikuti ujian sangat antusias meski dalam kondisi tidak di sekolahnya dan ada sebagian siswa tidak mengenakan seragam sekolah akibat banjir.
“Hanya ada sebagian kecil siswa yang tinggal di gunung, yang tidak hadir,” ungkap kepsek SDN 043 ini.

Sementara itu kepala SMPN 7 Sangkot Nasution berujar, dari awal pihak sekolah bingung untuk melaksanakan ujian sekolah, karena kondisi sekolah seperti mobiler sudah tidak ada lagi.
Namun karena ada inisiatif dari kepala sekolah MDA, maka diadakan pindah ujian di sekolah ini.
“Ada 55 siswa kita hadir secara keseluruhan, ada 2 siswa kita yang rumahnya kena longsor juga hadir,” ujar sangkot Nasution. (Suhartono)
