Ratusan SD di Sampang Rusak, Disdik Usulkan Program Revitalisasi

Avatar of Redaksi
Sampang
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Yusuf (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Ratusan Sekolah Dasar (SD) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Madura, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Data tersebut bersumber dari pemerintah pusat melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Berdasarkan data yang diterima Disdik Sampang, tercatat sebanyak 464 sekolah dasar masuk dalam kategori mengalami kerusakan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sampang, Yusuf, membenarkan adanya ratusan sekolah yang mengalami kerusakan tersebut.

“Data dari pusat yang disajikan kepada kami, kemungkinan melalui Dapodik, sekitar 464 sekolah dengan kategori kerusakan ringan sampai berat,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi kabarterdepan.com melalui panggilan WhatsApp, Minggu (15/2/2026).

Total SD di Sampang

Yusuf menjelaskan, jumlah total Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan sebanyak 641 sekolah, terdiri dari 511 SD Negeri dan 130 SD Swasta.

Dari jumlah tersebut, hampir seluruh sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, baik dalam kategori ringan, sedang, maupun berat.

“Hampir seluruh sekolah SD mengalami kerusakan, baik rusak ringan hingga rusak berat,” bebernya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat fasilitas pendidikan merupakan faktor penting dalam menunjang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Meski jumlah sekolah rusak cukup besar, Kabupaten Sampang pada tahun anggaran 2026 hanya mendapatkan kuota pengusulan sebanyak 138 sekolah untuk masuk dalam program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.

Yusuf menyebut, pihaknya akan memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan paling berat serta yang berpotensi mengganggu keselamatan siswa dan guru.

“Untuk tingkat SD, saat ini Kabupaten Sampang mendapat kuota mengusulkan sebanyak 138 sekolah dalam program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026 02 15 at 12.21.05 PM
SDN Pengarengan 3

Program revitalisasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tidak layak, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah berada di UPTD SDN Tamberu Daya 6, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di SDN Pengarengan 3.

Meski SDN 3 Pengarengan tersebut telah dilakukan revitalisasi, sejumlah ruang lain yang tidak masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) masih tampak rusak dan belum dapat diperbaiki.

Sumber internal yang dapat dipercaya kabarterdepan.com menyebutkan terdapat dua ruangan yang sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisinya membahayakan.

“Di sekolah kami ada dua ruangan yang sudah tidak bisa digunakan untuk KBM dikarenakan kondisi yang mengkhawatirkan,” ungkap sumber internal kabarterdepan.com

Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa apabila tetap dipaksakan digunakan.

Dengan jumlah sekolah rusak yang mencapai ratusan, masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat mempercepat proses perbaikan dan tidak hanya bergantung pada kuota terbatas setiap tahunnya.

Perbaikan infrastruktur pendidikan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sampang tetap berjalan optimal. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page