
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta pastikan tetap akan mengerahkan petugas dalam menjaga kebersihan selama libur lebaran.
Ratusan petugas siap dikerahkan untuk menjaga wilayah agar tetap bisa mengkondisikan sampah.
Total ada 174 petugas sapu, 32 supir truk dan 130 angkutan sampah pada hari 1-3 lebaran.
Plt Kepala DLH Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono menyampaikan pihaknya akan menempatkan truk di setiap depo untuk mengangkut sampah yang masuk.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan petugas kebersihan di lokasi penyelenggaraan salat Idulfitri.
“(Petugas) kita cadangkan termasuk nanti saat grebeg syawal kita siapkan. Intinya petugas kebersihan kita nggak libur,” ujarnya saat diwawancarai kabarterdepan.com, Jumat (28/3/2025).
Kendati begitu saat ini juga akan memaksimalkan penggerobak di setiap wilayah meskipun jumlahnya belum merata.
Pemkot Yogyakarta sebelumnya telah melakukan pengosongan kepada sejumlah depo agar tidak ada sampah yang bertumpuk.
“Kita berusaha kemarin sebelum lebaran sudah kita kosongkan dulu (Depo). Taman-taman kita bersihkan. Masyarakat juga bersih, kita lombakan tingkat TK, SD, SMP dan SMA,” kata Agus Tri Haryono.
Lembur tersebut juga berlaku bagi para petugas pengawas sampah di sekitar depo jika terjadi pembuangan secara liar.
“Pos itu tetap (dijaga) jangan sampai ada pembuang dari sampah luar. Ini kami meminimalisir sampah masuk Kota Yogyakarta neda agak berisi pada hari 1-3,” katanya.
“Karena biasanya ada orang bawa motor ditinggal. meminimalisir jangan seperti itu jembatan gembira loka masuk Bantul, tapi tetap kita jaga,” imbuh Agus.
Pihaknya berkomitmen untuk mengubah mindset pengelolaan sampah yang benar kepada masyarakat.
Ia berharap jika masyarakat Kota Yogya memiliki mindset memiliki wilayahnya sendiri sehingga terwujudlah tanggung jawab untuk ikut mengelola sampah.
Sejak menyepakati pakta integritas melalui Quick Wins 100 Hari Kerja, sejumlah progres dalam pengelolaan sampah diperlihatkan dengan belakangnya jumlah sampah di Kota Yogyakarta.
“Sekarang sudah agak lumayan untuk pembuangan sampah sudah agak berkurang 30 persen,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko menyampaikan untuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) akan berhenti beroperasi selama hari 1-2 Syawal.
Unit pengolahan sampah tersebut terdiri dari TPS3R Kranon, Karangmiri, Nitikan, Giwangan dan Sitimulyo (Bantul)
Nantinya sampah-sampah yang diangkut akan disimpan dalam truk terlebih dahulu hingga TPS3R kembali beroperasi.
“Kita optimalkan pengolahan di UPS. Karena libur 2 hari maka sampah sementara akan disimpan di truk-truk sampah,” ujar Haryoko.
“Setelah UPS dibuka, maka sampah akan diolah dan dimusnahkan residunya,” pungkasnya. (Hadid Husaini).
