Rapat Paripurna Hari Jadi ke-155 Sukabumi, Gubernur Sampaikan Pentingnya Pembangunan Berbasis Ekologi

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 09 10 at 18.38.49 36ed515a
Potret Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Idris / Kabarterdepan.com)

Sukabumi, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Jadi ke-155 tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Sidang Utama, Rabu (10/9/2025).

Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Wali Kota Sukabumi, unsur Forkopimda, Forkopimcam, hingga perwakilan masyarakat.

Paripurna diawali dengan pembacaan sejarah Kabupaten Sukabumi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Boyke Martadinata.

Bupati Sukabumi, Asep Japar menyoroti berbagai capaian pembangunan. Sejumlah program prioritas telah digulirkan, di antaranya beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, penguatan UMKM, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan infrastruktur strategis.

Kebanggaan juga hadir dari sektor pariwisata. Geopark Ciletuh Palabuhanratu kembali mempertahankan status Green Card UNESCO Global Geopark, yang menjadi pengakuan dunia atas upaya konservasi dan pengembangan wisata berkelanjutan.

“Semua capaian ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya pembangunan berbasis ekologi. Ia mendorong Sukabumi melakukan reboisasi bambu, yang dinilainya sebagai potensi besar untuk konstruksi ramah lingkungan sekaligus branding arsitektur daerah.

“Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi bisa menjadi pusat desain berbahan bambu. Infrastruktur jalan, air bersih, tata ruang, hingga kawasan pantai harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Sukabumi disebut memiliki peluang besar dalam industri kopi bersama Cianjur yang sudah dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Menurutnya, pembangunan harus menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan.

“Mengurus alam bukan berarti melarat, justru menjadi jalan menuju kesejahteraan,” katanya.

Gubernur berharap, momentum HUT ke-155 ini bisa menjadi titik tolak bagi Sukabumi untuk meneguhkan diri sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari secara lingkungan, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menjelaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.

Tema yang diusung yaitu Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah, mencerminkan semangat Sukabumi menatap masa depan lebih sejahtera di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pariwisata.

“Capaian pembangunan sukabumi tentu perlu diteruskan untuk keberlangsungan pembangunan kabupaten sukabumi yang mubarkah,” ujarnya. (Idris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page