Jelang Rapat Paripurna Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Ribuan Personel Keamanan Disiagakan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
APEL GELAR PASUKAN: ribuan personel keamanan dikerahkan amankan rapat paripurna hak angket pemakzulan bupati Pati. (Yusuf/kabarterdepan.com) 
APEL GELAR PASUKAN: ribuan personel keamanan dikerahkan amankan rapat paripurna hak angket pemakzulan bupati Pati. (Yusuf/kabarterdepan.com)

Pati, kabarterdepan.com– Jelang rapat Paripurna Hak Angket pemakzulan bupati Pati pada Jumat (31/10/25), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, Jawa Tengah menerjunkan ribuan personel gabungan.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian anarkis pada saat demo 13 Agustus lalu tidak terulang.

“Hari ini kita melaksanakan gelar apel pasukan untuk pengamanan sidang paripurna hak angket pemakzulan bupati Pati pada Jumat 31 Oktober 2025,” katanya usai memimpin apel gelar pasukan di lapangan Mako Brimob Palolresta Pati, Kamis (30/10/25).

Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

Pihaknya mengklaim, jumlah personel yang dipersiapkan sepadan dengan massa yang akan hadir dari dua kubu, baik pro dan kontra.

“Ada 3.379 personel yang kita siapkan, ini sepadan dengan massa yang akan hadir di DPR dari kedua kubu, sebab dari surat yang masuk, ada sekitar 700 massa pro bupati yang akan hadir di DPR, sedang massa dari AMPB sekitar 2000,” ujarnya

Untuk mengatisipasi bentrok antara kedua kubu, pihak keamanan akan menempatkan massa AMPB di selatan gedung DPRD Pati dan massa yang pro bupati disisi sebelah selatan.

Titik rawan sendiri ada di DPRD Pati, meskipun begitu, pihak keamanan sudah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD dan setwan.

“Rapat terbuka untuk umum, namun tidak dihadiri massa dari kedua kubu diruang rapat, akan tetapi bisa disaksikan melalui live streamingini sebagai upaya untuk meminimalisir dan mencegak terjadinya keributan diruang sidang,” tambahnya

Kapolreta Pati perpesan kepada massa yang hadir dari kedua kubu bisa menjaga kondusifitas keamanan agar kejadian pada 13 Agustus tidak terulang kembali.

“Tolong bijak dan arif dalam menyampaikan pendapat di muka umum, janagn sampai terprovokasi, kita semua adalah saudara,” harapnya. (Yusuf)

Responsive Images

You cannot copy content of this page