
Sragen, kabarterdepan.com –
Proyek strategis pembangunan Jembatan Butuh yang menelan anggaran APBD senilai Rp14,471 miliar akhirnya diresmikan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Jembatan sepanjang 150 meter yang membentang diatas aliran Sungai Bengawan Solo diketahui sebagai infrastruktur penghubung dua wilayah yakni Kecamatan Masaran dengan Kecamatan Plupuh.
“Kehadiran Jembatan Butuh
diyakini mampu menjadi penopang utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Bupati Yuni saat memberikan sambutan, Senin (6/1/2024)
Dikatakan, Jembatan ini diyakini dapat memangkas jarak perjalanan antara Kecamatan Plupuh dan Masaran, yang sebelumnya mengharuskan warga memutar jauh sejauh 5 kilometer melalui Desa Dari dan Jembatan Sari di Desa Pringanom.
Yuni menyatakan, gagasan pembangunan Jembatan Butuh berawal dari adanya aspirasi dari tokoh masyarakat desa Gedongan, dimana mereka mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk membangun sebuah jembatan di wilayah tersebut.
“Awalnya warga dan tokoh masyarakat setempat mengusulkan untuk pembangunan jembatan, meskipun perjalanan cukup panjang Alhamdullilah pembangunan jembatan sudah selesai,” kata Bupati.
Bupati Sragen yang juga akrab disapa Mbak Yuni itu berharap, kehadiran jembatan Butuh dapat menjadi icon baru dalam meningkatkan perekonomian khususnya centra batik dan wisata religi yang lokasinya berdekatan dengan jembatan Butuh.
“Semoga jembatan Butuh dapat memberikan manfaat bertumbuhnya perekonomian masyarakat, terutama wisata religi makam Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya dan sentra produksi batik masaran,” ungkap Yuni.
Lebih lanjut, Yuni juga menyampaikan terima kasih kepada OPD terkait yang telah mampu melaksanakan pembangunan jembatan Butuh hingga bisa diresmikan pada hari ini.
“Terima kasih kepada OPD terkait terutama DPU Sragen yang selalu aktif dalam penyelesaian pelaksanaan pembangunan Jembatan Butuh,” ucap Bupati diakhir masa jabatannya.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Aribowo Sulistyo menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Butuh hingga jembatan ini diresmikan Bupati Sragen.
“Terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang selalu mensuport pembangunan Jembatan Butuh,” ucapnya.
Menurutnya, meskipun sempat mengalami kendala saat proses pekerjaan akibat cuaca, namun penyelesaian pekerjaan terus berjalan dengan lancar dan sesuai dengan progres yang direncanakan.
Bowo menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan jembatan ini memakan waktu 315 hari dan berakhir pada 31 Desember 2024 lalu, saat itu hasil progres akhir mencapai 97,3 persen Setelah dikurang retensi 5 persen pembayaran yang dilakukan hanya 92,3 persen. Ada perpanjangan kontrak selama 7 hari namun pihak rekanan menyelesaikan pekerjaan 100 persen dalam 3 hari, berakhir pada Jumat 3 Januari 2024.
“Alhamdulilah hari ini Senin 6 Januari 2025 Jembatan Butuh dapat diresmikan langsung oleh Ibu Bupati,” jelas Bowo.
Sebagai tambahan informasi, peresmian Jembatan Butuh juga dihadiri sejumlah OPD Kabupaten Sragen seperti DPU, Kepala Inspektorat, Sekda, Kajari dan Kapolres Sragen hingga tokoh masyarakat setempat. Mereka berbaur jadi satu di Jembatan Butuh untuk menyaksikan peresmian Jembatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sragen. (Masrikin)
