
Kuliner, Kabarterdepan.com – Rambutan adalah salah satu buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Dengan daging buah yang manis dan tekstur yang lembut, rambutan selalu menjadi pilihan menyegarkan saat musim panas tiba. Di Indonesia, rambutan dikenal dengan berbagai jenis yang tersebar di berbagai daerah, termasuk dua jenis rambutan yang populer, yakni rambutan Aceh dan rambutan Binje.
“Sekarang lagi panen raya, musimnya jenis yang Aceh sama Binje, dari Blitar. Namun kalau tahun sekarang lebih murah. Sebelumnya Binje mencapai Rp 20.000, kalau sekarang Rp 15.000,” ujar Haikal, salah satu Pedagang Rambutan.
Meskipun keduanya berasal dari keluarga yang sama dan memiliki bentuk yang mirip, ada sejumlah perbedaan signifikan yang membedakan keduanya baik dari segi rasa, tekstur, hingga asal-usulnya.
Asal Usul dan Penyebaran
Rambutan Aceh, seperti namanya, berasal dari provinsi Aceh di Sumatera. Rambutan jenis ini dikenal luas di daerah tersebut dan menjadi salah satu komoditas unggulan dalam sektor pertanian. Di sisi lain, rambutan Binje berasal dari daerah Binje, yang terletak di kawasan Sumatera Utara. Meskipun keduanya berada di pulau yang sama, keduanya memiliki karakteristik lokal yang berbeda akibat faktor iklim dan lingkungan tempat tumbuhnya.
Ukuran dan Bentuk Buah
Secara fisik, perbedaan antara rambutan Aceh dan rambutan Binje cukup mudah dikenali. Rambutan Aceh umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan rambutan Binje. Buahnya cenderung lebih bulat dan gemuk dengan daging yang tebal. Selain itu, kulit rambutan Aceh lebih kasar dengan rambut yang lebih panjang dan jarang, memberikan kesan eksotis yang khas. Sementara itu, rambutan Binje cenderung lebih kecil dan berbentuk agak lonjong. Rambutan ini memiliki rambut kulit yang lebih pendek dan lebih rapat, sehingga terlihat lebih padat.
Rasa dan Tekstur
Rasa adalah salah satu perbedaan utama yang paling mencolok antara kedua jenis rambutan ini. Rambutan Aceh dikenal memiliki rasa yang lebih manis dan segar. Daging buahnya lebih tebal dan kenyal, membuat sensasi makan rambutan Aceh lebih memuaskan bagi penikmatnya. Sementara itu, rambutan Binje memiliki rasa yang sedikit lebih asam dengan sentuhan manis yang tidak terlalu dominan. Daging rambutan Binje juga lebih tipis dan lebih lembek, meski tetap menyegarkan. Bagi mereka yang menyukai rasa yang lebih asam, rambutan Binje bisa menjadi pilihan yang tepat.
Warna Kulit dan Warna Daging
Dari segi penampilan, rambutan Aceh dan rambutan Binje juga memiliki perbedaan dalam warna kulit dan dagingnya. Kulit rambutan Aceh sering kali berwarna merah cerah dengan sedikit sentuhan kekuningan. Warna ini memberikan kesan ceria dan menggoda. Di sisi lain, rambutan Binje biasanya berwarna merah kekuningan atau bahkan lebih pucat dengan sedikit sentuhan hijau pada beberapa bagian kulitnya. Daging rambutan Aceh cenderung berwarna putih bersih dan tebal, sedangkan daging rambutan Binje lebih cenderung transparan dan lebih tipis, meskipun tetap memiliki tekstur yang kenyal.
Perbedaan dalam Pengolahan dan Manfaat Kesehatan
Kedua jenis rambutan ini memiliki potensi yang besar dalam dunia kuliner. Rambutan Aceh sering dijadikan bahan untuk membuat selai atau jus karena rasanya yang manis dan teksturnya yang tebal. Sementara rambutan Binje lebih sering dimakan langsung sebagai buah segar atau digunakan dalam pembuatan rujak atau campuran dalam berbagai hidangan lokal. Selain itu, keduanya juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, di antaranya kaya akan vitamin C, antioksidan, dan serat yang baik untuk pencernaan. Namun, rambutan Aceh yang lebih manis sering dipilih untuk konsumsi langsung, sementara rambutan Binje lebih banyak dimanfaatkan dalam campuran masakan.
Meskipun rambutan Aceh dan rambutan Binje memiliki banyak kesamaan dalam hal asal usul sebagai buah tropis yang tumbuh subur di Indonesia, keduanya dapat dibedakan dengan mudah melalui beberapa aspek, mulai dari ukuran, rasa, warna kulit, hingga tekstur daging buah.
Rambutan Aceh, dengan rasa manis yang dominan dan ukuran yang lebih besar, cenderung lebih populer untuk dikonsumsi langsung, sedangkan rambutan Binje, dengan rasa yang lebih asam dan ukuran lebih kecil, sering dimanfaatkan dalam berbagai olahan kuliner.
Masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang memberikan kontribusi pada kekayaan buah lokal Indonesia, menjadikan keduanya sebagai pilihan yang menarik untuk dinikmati. (Tantri*)
