Ramai Informasi Pelaku Pembunuhan Siswi MI di Banyuwangi Ditangkap, Polisi: Hoaks

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241117 221937
Polsek Kalibaru klarifikasi informasi pembunuh siswi madrasah ditangkap. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Pesan berantai yang menarasikan bahwa pelaku pembunuhan dan pemerkosaan CNA, bocah 7 tahun siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi telah tertangkap.

Menanggapi penyebaran informasi yang kian masif, Polsek Kalibaru segera mengklarifikasi bahwa hal tersebut adalah informasi palsu alias hoaks.

“Saya pastikan jika narasi penangkapan pelaku pembunuhan itu tidak benar alias hoaks,” kata Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata pada Sabtu, (16/11/2024).

Taman menjelaskan, polisi memang memanggil beberapa warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dimintai keterangan, namun bukan berarti warga yang dipanggil ke polsek adalah tersangka.

“Ada proses hukumnya. Saat ini masih pemanggilan saksi,” tegas Yaman.

Lanjutnya, polisi saat ini masih bekerja keras untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan saat pulang sekolah pada Rabu, (13/11/2024) yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya, di antaranya dengan pemanggilan 10 saksi.

“Hanya saksi yang kami mintai keterangan untuk saat ini. Belum ada penetapan tersangka,” tuturnya.

Dia juga menekankan bahwa warga yang dimintai keterangan di Polsek Kalibaru diizinkan kembali ke rumah sehingga masyarakat diminta untuk tidak memuat narasi-narasi yang tidak benar, karena proses penyelidikan masih terus dilakukan.

“Kami meminta kepada masyarakat agar lebih aktif memilah informasi. Terlebih jika disebarkan melalui media sosial,” pintanya.

Sementara itu, penyebar awal pesan berantai, Hasyim, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, dalam klarifikasinya meminta maaf atas kegaduhan yang ia timbulkan tersebut.

“Saya meminta maaf terkait adanya narasi tertangkapnya pelaku pembunuhan,” ungkap dia.

Hasyim yang dalam pesannya mengatakan bahwa seseorang bernama Imam adalah tersangka, dalam kesempatan tersebut juga meminta maaf kepada pemilik nama yang telah ikut terdampak atas narasi yang dia edarkan.

“Saya juga meminta maaf kepada pria bernama Imam yang ikut terdampak dari narasi tersebut,” tuturnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page