Ramadan Berkah, Petani Melon di Mojokerto Raup Cuan Puluhan Juta Rupiah

Avatar of Redaksi
Petani memanen buah melon di lahan kosong seluas 3 hektare di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (Redaksi / Kabarterdepan.com) 
Petani memanen buah melon di lahan kosong seluas 3 hektare di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Seorang petani berhasil mendapatkan pundi-pundi rupiah saat bulan Ramadan setelah menanam pohon buah melon di lahan kosong seluas 3 hektare di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Buah melon yang berhasil ditanam dan dipanen disini terdapat beberapa jenis. Diantaranya Merlin, Amanda dan Pertiwi yang identik dengan banyak kadar airnya.

Di bulan Ramadan kali ini, permintaan pasar buah melon jenis Merlin ini banyak diminati dari minimarket yang ada di Sidoarjo dan Surabaya.

Petani melon, Satubi saat ditemui menjelaskan, pihaknya menanam sebanyak 13 ribu bibit melon sejak beberapa tahun terakhir. Kini, ia mengaku jika kebanjiran permintaan di awal bulan Ramadan.

“Memang panen dipaskan saat bulan Ramadan karena permintaannya itu banyak,” ungkapnya, Minggu (9/3/2025) siang.

Di panen kali ini, ia hanya memanen hanya sebagian buah melon jenis Merlin yang memiliki bentuk lebih besar dan buahnya identik berwarna oranye.

“Bisa mencapai 3 ton. Per kilonya diambil minimarket di Surabaya Rp13.000,” tambahnya.

Hasilnya, ia pun berhasil mendapatkan cuan puluhan juta rupiah dalam musim panen di bulan suci kali ini.

“Sekali panen bisa menghasilkan 45 jutaan. Panennya setiap 3 bulan sekali,” terangnya.

Usahanya itupun, lanjut pria asal Kecamatan Porong itu, harus diimbangi dengan beberapa perawatan khusus seperti pupuk dan perbersihan serta penyiraman di area tanaman.

“Kalau musim hujan seperti ini baik, kalau kemarau sulit daunnya sering layu karena kurang air,” tandasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page