
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com — Puluhan pemuda Kota Mojokerto dari berbagai lintas agama melaksanakan diskusi interaktif dan dialog bersama yang bertajuk Ramadan Kebersamaan #3.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Mojokerto ini bertujuan untuk merajut kebersamaan dan menjaga kerukunan umat beragama dalam momentum bulan Ramadan 1446 Hijriah.
Dialog bersama yang berlangsung di kafe OTWE NGOPI di Jalan Raya Kuwung, Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto pada Jumat (21/3/2025) ini menghadirkan 5 narasumber dari berbagai lintas agama.
Kelima narasumber diantaranya Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Mojokerto Ahmad Saifulloh, perwakilan Kristen dari PGI Indro Sujarwo, perwakilan Katolik Vinsensius Arvian, perwakilan Hindu Bambang Wahyu, dan perwakilan Buddha Bhante Bhadra Cittasamvaro.
Dikemas dengan agenda buka bersama, kegiatan ini membahas tentang toleransi antar umat beragama, yakni mengusung topik perbedaan agama di Indonesia bukanlah perpecahan, akan tetapi merupakan sebuah persatuan.
Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto Ahmad Saifulloh atau yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan bahwa penghargaan Harmony Award yang diperoleh Kota Mojokerto lah yang melatarbelakangi terbentuknya kegiatan ini.
“Kegiatan ini kami lakukan di bulan Ramadan, sesuai dengan tema ‘kebersamaan dalam perbedaan’ maka seluruh unsur agama kami libatkan, seperti islam, kristen, katolik, hindu, buddha, dan kong hu cu. Dan kedepannya kami juga ingin menyertakan teman-teman yang berkeyakinan,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan, melalui dialog interaktif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi yang telah terjalin antar umat beragama di Kota Mojokerto, karena menurutnya, toleransi adalah karakter bangsa Indonesia.
“Sinergi ini jika tidak kita rawat maka akan melemah. Untuk pemuka agama dipastikan sudah terbangun sinergi, harapannya sinergi ini dapat ditularkan ke seluruh umat beragama,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) memberikan apresiasi yang mendalam atas inisiasi GP Ansor Kota Mojokerto.
“Teman-teman Ansor sudah lebih dulu untuk merangkul organisasi kepemudaan lintas agama di Kota Mojokerto. Semoga kedepannya kita bisa membuat kegiatan yang menghidupkan kebinekaan, contohnya festival keberagaman,” ujar Yeremia, perwakilan GAMKI.
Diketahui, turut hadir dalam agenda ketiga dialog bersama ini antara lain Sekretaris PC GP Ansor Gus Hamdan, perwakilan agama seperti Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Persaudaraan Muda-mudi Vihara Buddhayana, hingga pengusaha muda. (*)
