
Sragen, kabarterdepan.com – Kondisi jalan rusak poros desa yang menghubungkan Kedawung dan Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, semakin memprihatinkan. Jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan serius dari pemerintah.
Jalan sepanjang 6 kilometer dengan lebar sekitar 3,5 meter itu dibangun pada 2015 silam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan makin meluas. Di sejumlah titik, bahkan sudah tak terlihat lagi struktur beton, hanya tanah dan genangan air saat hujan turun.
Pantauan di lapangan menunjukkan, beton jalan yang dulu kokoh kini terkikis. Tulangan besi wiremesh mencuat ke permukaan, dibiarkan terbuka tanpa pelindung. Lubang-lubang besar menganga dan membentuk kubangan, menjadikan jalan ini rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kondisinya sudah parah, sebagian jalan sudah tidak layak dilalui kendaraan. Warga harus ekstra hati-hati, terutama pengendara motor,” ungkap Juki, warga setempat kepada kabarterdepan.com, Selasa (30/9/2025).
Suradi, Kepala Desa Gemantar, mengatakan bahwa pihaknya telah berulang kali melaporkan jalan rusak ini ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen. Bahkan, tim dari DPU disebut sudah turun ke lapangan untuk melakukan survei.
“Kami dari Pemdes sudah menyampaikan keluhan warga. DPU juga sudah turun survei, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut perbaikan,” kata Suradi saat ditemui, Selasa (30/9/2025).
Hal senada disampaikan Riki Astono, Kepala Desa Kedawung. Ia menuturkan bahwa kerusakan jalan sangat berdampak terhadap kelancaran aktivitas warga. Bahkan, saat kendaraan berpapasan, sering kali harus bergantian karena badan jalan yang menyempit.
“Pagi dan sore jadi macet, harus antre satu-satu. Selain itu ada juga gorong-gorong yang rusak dan bisa membahayakan,” jelasnya.
Kondisi Jalan Rusak
Warga pun menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi jalan rusak yang menjadi akses utama dua desa tersebut. Selain digunakan untuk kegiatan ekonomi dan sosial, jalan ini juga menjadi jalur penting menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.
“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” keluh Yanto, warga lainnya.
Yanti juga mengingat-ingat bahwa satu-satunya perbaikan yang pernah dilakukan hanya berupa penambalan lubang, dan itupun saat ada kunjungan Bupati Sragen dalam acara Safari Ramadan di Desa Gemantar.
“Perbaikannya hanya sampai lokasi kegiatan. Setelah itu ya dibiarkan rusak lagi,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPU Kabupaten Sragen mengenai rencana atau jadwal perbaikan jalan poros Kedawung-Gemantar tersebut. (Masrikin)
