
Sampang, kabarterdepan.com — Puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam Aliansi Tenaga Kesehatan Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, Senin (13/10/2025).
Aksi ini memprotes dugaan pemecatan sepihak dan proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang dinilai tidak transparan.
Nakes Dipecat
Koordinator lapangan aksi, Hendri Sugianto, menilai kebijakan tersebut sarat kepentingan politik dan tidak sesuai prosedur. Hendri mengungkapkan, sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Batulenger tidak diperpanjang masa tugasnya karena faktor non-teknis, bahkan disebut-sebut terkait hubungan keluarga dengan pihak yang berafiliasi politik tertentu.
“Pemecatan dan tidak diusulkannya kami dalam PPPK paruh waktu kuat diduga bermuatan politik pasca Pilkada, padahal kami tidak terlibat dalam politik praktis,” ujarnya.
Aliansi menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni cabut SK pemecatan sepihak, usulkan kembali dan jamin kelulusan tenaga kesehatan yang tidak diajukan, serta hentikan diskriminasi dan intervensi politik dalam kebijakan kepegawaian.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menyatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi para tenaga kesehatan.
Namun, dr. Lusi menegaskan bahwa proses rekrutmen dan penataan tenaga kesehatan mengikuti regulasi pemerintah pusat dan daerah.
“Kami menghargai aksi yang disampaikan secara tertib dan damai. Dinkes tetap terbuka, tetapi keputusan terkait rekrutmen mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya. (Fais)
