
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Sebanyak 60 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Australia bersama Sekolah Sungai Code belajar pengelolaan sampah di Yogyakarta, Kamis (17/7/2025).
Pengelola Sekolah Sungai Code, Harris Syarif Usman menyampaikan para mahasiswa awalnya diajak mengunjungi kampung Romo Mangun dai Kemantren Kotabaru dan Kebun Sayur Teras Hijau Gondolayu Lor.
Para mahasiswa juga diajak mengunjungi Bank Sampah Bumi Lestari yang berlokasi di RW 10 Cokrokusuman. Di lokasi itu disambut oleh pengelola dan pengurus Bank Sampah. Para pengelola Bank Sampah menjelaskan sejarah berdirinya bank sampah.
Bank sampah tersebut melakukan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.
“Beberapa diantaranya menjadi pupuk cair dan pupuk biasa untuk keperluan warga,” katanya saat dihubungi kabarterdepan.com, Jumat (18/7/2025).
“Selain itu ibu-ibu juga menerangkan terkait kompos dari losida dan ember timpuk. Dimana hasilnya bisa berupa air lindi dan pupuk padat. Ada juga terkait pupuk yang dari maggot,” imbuhnya.
Selain itu diperlihatkan pula juga proses pembuatannya ecobrick dan juga pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah serta berbagai souvenir berupa keset, taplak, tikar yang dibuat dari sampah plastik.
Harris menyampaikan bahwa para mahasiswa memperlihatkan ketertarikannya mengenai eksistensi bank sampah. Berbagai pengalaman disebutnya bisa bermanfaat bagi para mahasiswa.
“Manfaat mempelajari dan mempratek kan pemilahan sampah di Australia,” katanya
Salah satu mahasiswa, Olivia menyampaikan bahwa pengelolaan sampah melalui bank sampah tidak ada di Australia.
“Saya takjub dengan aktivitas ibu ibu dalam pengelolaan Bank Sampah dan di negaranya tidak ada,” katanya.
“Kami ingin ingin membagikan ilmu yang kami dapatkan saat berada di Australia,” katanya.
Setelah mengunjungi Bank Sampah, mahasiswa turut melihat dari dekat pokmair di Jetisharjo serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Robin di Jetis Pasiraman. (Hadid Husaini)
