
Mandailing Natal, kabarterdepan.com- PT Sorik Mas Mining (PT. SMM) di Mandailing Natal (Madina) yang keberadaannya sejak 1997 silam belum melakukan aktifitas produksi emas.
Hal itu disampaikan manager PT SMM Ade Hendi di HSS, Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Madina, Selasa (24/06/2025).
“Untuk izin Amdal kita sudah dapat di 2016 lalu. Namun kita menunggu harga emas baik, sehingga dalam perjalanannya masuk pula covid, dan kita sempat berhenti,” ungkap Ade Hendi
“Untuk urus izin Amdal ini saja banyak proses. Setelah study kelayakan nantinya selesai, ada lagi tehnik, Ekonomi, lingkungan dan sebagainya. Namun, Untuk Study Kelayakan kita upayakan selesai akhir 2025. Amdal kurang lebih setahun,” sebutnya lagi.
Manager PT SMM juga berujar, dalam prosesnya saat itu pimpinan proyek mundur, balik ke philipina. Ada lagi sisi lainnya masalah lempengan Merapi, kemudian direkomendasikan untuk pindah. Alhasil Stagnan, karena banyak yang harus disiapkan.
Kemudian untuk Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Ade Hendi mengatakan, belum ada persetujuan. Jadi sejauh ini tidak ada aktifitas apa-apa di Sihayo.
“Kita sempat tanam Reboisasi di Desa Huta Puli, totalnya 31 Hektar selesai Tanam, yang akhirnya disetop masyarakat. Kewajiban kita menam secara Keseluruhan 533 Hektar. Memang tidak perlu ditanam semua sementara bertahap,” ujar Ade.
“Sekarang lagi turun tuh Bepedas, Dinas Kehutanan Provinsi, Sama KPH, melihay yang 31 Hektar itu. Bila dilihat tanaman kita bagus, Bepedas, kehutanan, KPH akan merekomendasikan bahwa proyek DAS PT Sorik Mas Mining (PT. SMM) sudah terlaksana 31 Hektar. Itulah salah satu persyaratan diperpanjangnya lagi izin PPH. Nah, proses ini terus berjalan,” pungkas Manager PT SMM.
Dalam diskusi singkat Itu, Maneger PT Sorik Mas Mining juga berujar, kalau perusahaan mendapat Ijin PPKH ada beberapa kewajjban yang di miliki oleh perusahaan, yakni IPPKH 500 ini harus dipatok, dihitung jumlah pohon termasuk potensi kayunya.
“Kita harus bayar Jaminan reklamasi dan kita harus merehabilisasi daerah aliran sungai,” imbuhnya.
Disampaikan, dalam diskusi dan perbincangan singkat yang diinisiasi sejumlah wartawan ini juga dihadiriCamat Siabu Sudrajat Putra Batubara, Kapolsek Siabu Iptu Ahmad Juli Nasution, dan Danramil 12/Siabu Kapten Syaiful Abdi.
Walau belum banyak hal yang dikupas, pertemuan tersebut menyiratkan harapan besar bahwa eksplorasi dan produksi emas oleh PT SMM akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama dari sisi ekonomi dan pemberdayaan. (Suhartono)
