
Sragen, kabarterdepan.com – Kondisi jalan di sekitar lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tahap II di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, tampak becek dan berlumpur.
Tanah berlumpur yang menempel pada roda kendaraan pengangkut material yang keluar masuk area proyek terlihat berceceran di jalan depan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Kondisi ini diperparah oleh hujan yang mengguyur kawasan setempat, sehingga membuat jalan semakin licin dan berlumpur. Akibatnya, kendaraan berat seperti truk maupun sepeda motor harus melintas dengan ekstra hati-hati.
Beberapa warga mengeluhkan kondisi jalan tersebut, mengingat lokasi proyek berdekatan dengan fasilitas pendidikan, yakni SMP Negeri dan SMK Negeri.
“Setiap hari jalan raya tersebut sangat padat, apalagi saat jam masuk dan pulang sekolah,” ujar Wahyu, saat ditemui usai menjemput anaknya di sekolah, Jumat (23/1/2025).
Ia mengaku, tanah yang berasal dari roda kendaraan proyek yang tercecer di jalan membuat kondisi jalan di depan proyek Sekolah Rakyat menjadi licin. Oleh karena itu, dirinya harus ekstra hati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
“Kalau cuaca cerah tidak begitu mengkhawatirkan karena ada petugas yang membersihkan ceceran tanah. Namun, saat hujan, permukaan jalan beton tertutup lumpur dan terlihat licin,” ungkapnya.
Proyek Sekolah Rakyat
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Kedawung, Riki Astono, mengimbau kepada warga serta para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi area depan proyek Sekolah Rakyat, khususnya pada musim penghujan.
“Kondisi jalan menjadi licin saat hujan. Kami mengimbau warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut untuk berhati-hati serta mengurangi kecepatan kendaraan,” ujarnya.
Riki menambahkan, pihaknya juga telah mengimbau pihak satuan pendidikan SMP dan SMK yang berada di sekitar lokasi proyek untuk mensosialisasikan imbauan tersebut kepada wali murid serta siswa, guna meningkatkan kewaspadaan dan meminimalisasi potensi kecelakaan.
“Kami juga sudah menghimbau pihak sekolah dan murid dan wali murid yang melakukan aktivitas antar-jemput sekolah, diharapkan lebih berhati-hati saat melintasi jalan di depan proyek, terutama ketika hujan,” imbuhnya.
Pantauan kabarterdepan.com di lokasi menunjukkan, aktivitas proyek Sekolah Rakyat mulai dilakukan, kondisi jalan didepan pintu gerbang proyek tampak basah dan berlumpur, diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah pekerja tampak beraktivitas dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, termasuk helm keselamatan, sebagai bentuk penerapan standar keselamatan kerja.
Beberapa truk flatbed terlihat terparkir di depan gerbang lokasi proyek, sementara puluhan truk pengangkut material bangunan tampak mengantre di sepanjang ruas jalan sekitar proyek, menandakan distribusi material dalam jumlah besar tengah berlangsung.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu proyek pendidikan strategis yang telah lama dinantikan masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan akses serta kualitas pendidikan, khususnya bagi warga Kecamatan Mondokan dan sekitarnya.
Warga berharap, seiring berjalannya proses pembangunan, akses jalan menuju lokasi proyek dapat segera diperbaiki agar aktivitas konstruksi berjalan lancar serta tidak mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
