
Sragen, kabarterdepan.com – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Sragen Aribowo Sulistyo mengatakan, progres pekerjaan jembatan Butuh per Jumat (20/12/2024) siang mencapai 90,82 persen, setelah sebelumnya Jumat (13/12/2024) progres pekerjaan mencapai 82,50 persen.
“Angka tersebut menunjukkan peningkatan progres sebesar 8,32 persen,” kata Bowo kepada kabarterdepan.com, Jumat (20/12/2024).
Bowo mengatakan, saat ini pekerjaan fokus pada erection rangka di bagian bentang tengah jembatan, setelah sebelumnya bentang Masaran dan Bentang Plupuh diselesaikan.
“Pemasangan erection rangka jembatan bentang tengah sudah berjalan 2,5 segmen dari rencana 10 segmen,” ungkapnya.
Di tengah isu tak sedap yang beredar dipublik bahwa pekerjaan pembangunan Jembatan Butuh Sragen berpotensi molor, pihak DPU Sragen tetap optimis rekanan akan dapat menyelesaikan pembangunan Jembatan Butuh tersebut.
“Insyaallah, minta doanya, di waktu yang tersisa ini, semoga cuaca mendukung dan dapat selesai sesuai target,” harap Bowo.
Sementara, diketahui pekerjaan Jembatan Butuh juga mendapat atensi khusus dari sejumlah pejabat Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Sragen dengan berkunjung di lokasi pekerjaan, Rabu (18/12/2024)
Kedatangan Bupati Sragen beserta Sekda, Inspektorat dan kepala DPU lalu kemudian disusul anggota Komisi III DPRD Sragen diketahui untuk meninjau kembali progres pembangunan Jembatan Butuh dan pihak rekanan diharapkan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan.
“Mereka memastikan langsung kondisi terakhir pekerjaan Jembatan Butuh yang menelan anggaran Rp 14 miliar itu rampung sesuai jadwal,” ujar Maryanto Kepala Desa Gedongan, Plupuh, Jumat (20/12/2024).
Dikatakan, semenjak tragedi robohnya sebagian rangka Jembatan Butuh akibat tersapu derasnya arus sungai Bengawan Solo beberapa waktu yang lalu, para pejabat Pemkab dan DPRD Sragen tercatat sudah beberapa kali berkunjung kelokasi proyek tersebut.
“Kemarin, selain meninjau proyek, Ibu Bupati juga sempat mengelar doa bersama dilokasi, berharap proyek segera rampung dan tidak ada kendala apapun. Sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu,” ujar Maryanto.
Maryanto menegaskan, jika pembangunan Jembatan Butuh sempat tersendat karena faktor alam. Dimana saat itu terjadi hujan deras dan debit air Bengawan Solo meningkat hingga menyebabkan sebagian kontruksi rangka Jembatan ambruk.
Pihaknya menilai jika pembangunan Jembatan Butuh tidak seperti pembangunan Jembatan lainnya di Kabupaten Sragen, kendala tidak lagi teknis, namun faktor alam sangat berpengaruh terhadap pekerjaan itu.
“Faktor alam sangat mempengaruhi progres pekerjaan. Sejak musim hujan ini, tercatat sudah beberapa kali debit air Bengawan Solo meningkat,” ucapnya.
“Pihak Direksi proyek selalu standby di lokasi untuk memastikan pekerjaan percepatan yang telah di rencanakan, masyarakat mengapresiasi atas pencapaian progres saat ini,” imbuh Maryanto.
Pihaknya berharap, kepada seluruh lapisan masyarakat Plupuh untuk senantiasa berdoa agar pekerjaan Jembatan Butuh cepat selesai dan dapat segera dipergunakan.(Masrikin).
