
Sampang, KabarTerdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang menuai sorotan tajam. Program yang digadang-gadang mampu menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal itu justru dinilai berubah menjadi ajang ‘adu murah’, karena sejumlah dapur penyedia masih menggunakan produk dari luar daerah.
Pasokan Makan Bergizi Gratis Didominasi Produk Luar Daerah
Hasil penelusuran Kabarterdepan di beberapa dapur MBG, khususnya di Kecamatan Sampang, menemukan adanya penggunaan produk roti dan menu keringan yang dipasok dari luar kabupaten, seperti Pamekasan, Surabaya, hingga Sidoarjo.
Padahal, di Kabupaten Sampang sendiri terdapat banyak pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi kue kering maupun kue basah, yang dinilai mampu menyuplai kebutuhan program tersebut.
Salah satu pegiat MBG di Kecamatan Sampang yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa sebagian bahan makanan memang masih dipasok dari luar daerah.
“Memang benar kita masih ambil di Surabaya dan Pamekasan. Pertama terkait harga dan kualitas. Selain itu, yayasan kami punya koperasi sendiri, jadi yang menyuplai ya koperasi kami,” ujarnya saat dikonfirmasi Kabarterdepan, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, faktor efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pemasok bahan makanan, termasuk roti dan menu keringan untuk kebutuhan program MBG.
Satgas: UMKM Lokal Masih Terkendala Harga dan Stok

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kabarterdepan mengonfirmasi Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto.
Sudarmanto menyampaikan bahwa pihaknya melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) masih melakukan pendataan UMKM yang dinilai mampu bersaing dari sisi kualitas, ketersediaan stok, harga, serta telah memiliki sertifikasi halal.
“Kami masih mengumpulkan data UMKM melalui Diskopindag yang bisa bersaing, baik dari segi kualitas, stok, harga, dan sudah bersertifikat halal,” jelas Sudarmanto.
Ia mengakui, hingga saat ini UMKM lokal masih menghadapi sejumlah kendala.
“Untuk sementara ini memang UMKM lokal masih terkendala di harga, stok, dan kualitas. Maka dari itu kami masih mendata. InsyaAllah setelah Lebaran akan kita rampungkan,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya diharapkan menjadi stimulus ekonomi bagi pelaku usaha mikro di daerah. Dengan skema distribusi yang terintegrasi di tingkat lokal, perputaran uang diharapkan tetap berada di Kabupaten Sampang dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
Namun, jika dominasi pasokan masih berasal dari luar daerah, tujuan pemberdayaan ekonomi lokal dinilai belum sepenuhnya tercapai.
Ke depan, transparansi mekanisme pengadaan, standar kualitas yang jelas, serta pembinaan UMKM lokal menjadi kunci agar program MBG benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat Sampang, bukan sekadar program distribusi makanan semata. (Fais)
