Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut di Kota Mojokerto dengan Mekanisme Baru saat Puasa

Avatar of Redaksi
IMG 20250310 WA0005
Siswa SDN Wates 6 saat mengambil MBG yang dikemas dalam totebag hijau untuk dibawa pulang. (Riris / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah digulirkan di beberapa sekolah di Kota Mojokerto sejak 24 Februari 2025 lalu kembali berjalan setelah sempat terhenti karena libur menjelang puasa. Meski begitu, terdapat perubahan dalam mekanisme penyajiannya menyesuaikan dengan bulan Ramadan.

Jika sebelumnya makanan disajikan dalam bentuk ompreng berisi paket nasi, lauk, dan buah, kini MBG dikemas dalam bentuk makanan yang lebih tahan lama, seperti roti manis, susu kotak, telur rebus, buah, dan kurma.

Seperti di SDN Wates 6 Kota Mojokerto, makanan ini dikemas dalam totebag hijau untuk dibawa pulang oleh para siswa.

Reni Novitasari, Kepala Sekolah SDN Wates 6, menilai perubahan ini sudah sesuai dan tetap memenuhi standar gizi bagi anak-anak.

“Sudah layak dan bergizi, karena memang bulan puasa agar bisa dikonsumsi saat buka nanti jadi tidak berisiko basi. Kalau berupa nasi, cepat basi,” ujarnya, Senin (10/3/2025).

Tak hanya siswa, kini guru dan tenaga pendidik juga mendapatkan manfaat dari program ini.

“Alhamdulillah, sekarang selain murid, para guru dan tenaga pendidik yang lain juga dapat,” tambahnya.

Program MBG ini dibagikan kepada siswa pada pukul 10 pagi di hari biasa, sementara khusus hari Jumat, pembagian dilakukan lebih awal, yakni pukul 9 pagi. Hal ini menyesuaikan dengan perubahan jadwal pembelajaran selama Ramadan.

“Sesuai instruksi surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, setiap jam pelajaran berkurang menjadi 30 menit. Kini jam pulang siswa SDN Wates 6 menjadi pukul 11.00 bagi kelas 1, 2, 3 dan pukul 11.30 bagi kelas 4, 5, 6,” jelasnya.

IMG 20250310 WA0000
Potret MBG di Kota Mojokerto saat bulan puasa.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto sendiri terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG ini melalui laporan dan dokumentasi harian dari masing-masing sekolah.

“Dinas tetap memantau melalui laporan dan dokumentasi yang dikirim setiap hari, saat jam paket makanan datang dan dibagikan, serta jumlah siswa yang mendapat dan catatan khusus jika ada,” ungkap Reni.

Meski tak semua siswa memiliki selera yang sama terhadap menu yang disediakan, pihak sekolah tetap berusaha menanamkan sikap menghargai makanan yang diberikan.

“Memang soal menu itu adalah selera, ada yang suka ada yang tidak. Tapi selama ini kualitas terjaga dan tidak ada hal aneh, maka kami pihak sekolah berusaha selalu memberi pengertian dan menghargai setiap makanan yang dihidangkan. Ini sebagai bentuk syukur di saat yang lain menginginkan dapat MBG ini,” tuturnya.

Ia berharap program MBG ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh siswa dan tenaga pendidik di Kota Mojokerto.

“Harapannya semoga MBG terus bergulir, tepat sasaran, memberi manfaat sebesar-besarnya untuk semua,” pungkasnya. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page