
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Ancaman serius penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk di Kota Mojokerto, membutuhkan penanganan yang tidak bisa diserahkan hanya kepada aparat penegak hukum. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Penegasan ini disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut saat menghadiri acara Closing Penyuluhan Lingkungan Bersih Narkoba dalam Mewujudkan Remaja/Pemuda Bebas Narkoba.
Acara penutup rangkaian kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini digelar di Balai RW 3, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, pada Senin (20/10).
Kegiatan di Kelurahan Mentikan tersebut menandai berakhirnya penyuluhan bahaya narkoba yang telah berlangsung secara intensif di sembilan (9) titik RW sejak tanggal 8 Oktober 2025.
Selama delapan hari, penyuluhan yang melibatkan unsur masyarakat, karang taruna, dan remaja ini menghadirkan narasumber lintas instansi, termasuk BNN Kota Mojokerto, Kapolsek Prajurit Kulon, Danramil Kota Mojokerto, serta Camat Prajurit Kulon.
Wali Kota Mojokerto Apresiasi Kolaborasi Wujudkan Kampung BERSINAR
Wali Kota Mojokerto menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin baik di tingkat kelurahan. Kerja sama antara Puskesmas, TNI/Polri, kader kesehatan, TP PKK, hingga masyarakat ini dinilai vital dalam mewujudkan program Kampung BERSINAR (Bersih Narkoba).
“Kondisi negara kita saat ini sebenarnya darurat narkoba. Di Lapas Kelas IIB Mojokerto saja, dari total sekitar 990 penghuni yang ada, lebih dari 80 persen merupakan kasus narkoba. Ini indikator nyata betapa seriusnya ancaman narkoba di sekitar kita,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman terhadap narkoba di Kota Mojokerto terbuka luas dan harus diantisipasi sejak dini melalui pengawasan keluarga dan edukasi masyarakat.

“Di kota kita ancaman terhadap narkoba terbuka luas. Maka dari itu, hati-hati para orang tua dalam menjaga putra-putrinya. Untuk anak-anak remaja, jangan pernah mau mencoba, karena tidak ada sisi positifnya sama sekali. Mari kita jaga keluarga kita. Yang paling harus dijaga adalah anak-anak kita, mereka generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan tugas-tugas kita. Jangan sampai anak-anak terjerumus,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah setiap tahun mendapatkan amanah untuk melaksanakan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Program ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan masyarakat dan keluarga.
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas BNN, tapi tanggung jawab kita semua — pemerintah, TNI, masyarakat, dan keluarga. Negara memberi amanah kepada kita untuk melindungi masyarakat agar tidak terjerumus ke arah penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga mengingatkan dampak buruk narkoba terhadap kesehatan.
“Setiap orang yang kecanduan narkoba, jika diperiksa secara medis, pasti mengalami kerusakan saraf. Zat adiktif yang terkandung di dalam narkoba merusak sistem saraf dan mengubah perilaku,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran keluarga, karang taruna, dan lingkungan sangat penting sebagai benteng pencegahan.
“Penyuluhan seperti ini penting, apalagi melibatkan karang taruna dan para orang tua. Karena pencegahan paling awal itu ada di lingkungan keluarga, di antara remaja, dan di masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul komitmen bersama untuk memperkuat gerakan melawan narkoba secara berkelanjutan. (*)
