Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Perumahan Kasihan Bantul, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

Avatar of Jurnalis: Ririn
Penemuan mayat di perumahan wilayah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY, Senin (2/2/2026). (Polres Bantul for kabarterdepan.com)
Penemuan mayat di perumahan wilayah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY, Senin (2/2/2026). (Sumber; Polres Bantul/Kabarterdepan.com)

Bantul, Kabarterdepan.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Perum Nawa Resident Blok 8 RT 003, Dusun Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 10.26 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan korban diketahui berinisial PAS (38), seorang karyawan swasta beragama Kristen, dengan alamat asal di Perumahan Royal Emerald Blok B5, Jalan Siliwangi, Tugujaya, Cihideung, Tasikmalaya.

Polres Bantul Beberkan Kronologi

Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah ibu korban menghubungi salah satu saksi, James Christian Tuanubuan, untuk meminta bantuan mengecek kondisi korban yang sejak malam sebelumnya tidak dapat dihubungi. Sebelumnya, korban sempat mengeluhkan pusing saat berkomunikasi terakhir.

Saksi kemudian meminta bantuan Rangga Dwi Apriandimnur bersama Khoirul Anwar untuk mengecek rumah kontrakan korban. Setibanya di lokasi, rumah dalam kondisi sepi.

“Setelah memastikan bahwa rumah tersebut benar milik korban ditandai dengan adanya hewan reptil di dalam rumah para saksi mencoba memanggil korban namun tidak mendapat jawaban,” kata Rita.

“Pintu rumah diketahui tidak terkunci. Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, korban ditemukan dalam keadaan telanjang dan tergeletak di kamar mandi,” imbuh Rita.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Kasihan. Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Bantul dan Puskesmas Kasihan I, ditemukan sejumlah indikasi medis di lokasi.

“Di dalam rumah terdapat bekas buang air besar yang berceceran dari ruang tamu hingga kamar mandi, muntahan di karpet ruang tamu, serta kapsul obat herbal insulin,” katanya.

“Pada tubuh korban terdapat luka infeksi di mata kaki kanan, luka akibat penyakit gula, serta bekas amputasi jari kelingking kaki kiri,” ungkapnya.

Selain itu, lebam mayat ditemukan di bagian kaki, paha, lutut, betis, dan siku, dengan perkiraan korban telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan. Stok obat milik korban juga masih dalam jumlah banyak.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat faktor penyakit,” tegas Iptu Rita. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page