Presiden Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Tapi Akui Palestina Dulu

Avatar of Jurnalis: Riris
Potret Presiden Prabowo saat berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Penyelesaian Damai Palestina di New York. (Instagram Prabowo)
Potret Presiden Prabowo saat berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Penyelesaian Damai Palestina di New York. (Instagram Prabowo)

Internasional, Kabarterdepan.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia siap mengakui Israel jika negara itu lebih dulu mengakui kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Penyelesaian Damai Palestina di New York, Senin (22/9/2025).

“Indonesia sekali lagi menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara. Hanya solusi dua negara ini yang akan menghasilkan perdamaian. Indonesia juga menyatakan bahwa apabila Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina maka Indonesia akan segera mengakui Israel dan akan mendukung segala keamanan bagi Israel,” ungkapnya.

Pernyataan ini menjadi mempertegas bahwa pengakuan atas Palestina adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Presiden Prabowo : Gaza Bukan Sekadar Isu Palestina

Dalam pidatonya, Prabowo juga menggambarkan krisis di Gaza menyebabkan wanita dan anak-anak mati kelaparan dan terbunuh.

Menurutnya, krisis Gaza bukan hanya soal kemanusiaan, bukan hanya untuk nasib Palestina tetapi juga untuk masa depan Israel dan bagi kredibilitas PBB.

“Bencana kemanusiaan terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” lanjut Prabowo.

Ia mendesak dunia internasional segera bertindak menghentikan bencana kemanusiaan yang berlangsung.

Prabowo mengapresiasi sejumlah negara besar seperti Prancis, Kanada, Inggris, Portugal, dan Australia yang telah mengakui Palestina. Ia menyerukan agar lebih banyak negara mengikuti langkah tersebut.

“Bagi mereka yang belum bertindak, kami mengatakan sejarah tidak berhenti. Kita harus mengakui Palestina sekarang. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kami siap menjadi bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” tegasnya.

Sinyal kesediaan Indonesia membuka peluang diplomasi dengan Israel dengan syarat kemerdekaan Palestina dinilai bisa menjadi dorongan baru dalam upaya mewujudkan solusi dua negara dan perdamaian permanen di Timur Tengah. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page