Prabhu Indonesia Jaya Soroti Kejadian Siswa Keracunan MBG di Cianjur, Minta Tindakan Pidana

Avatar of Ahmad
Ketua DPP Prabhu Indonesia Jaya, Hendra Malik. (Istimewa)
Ketua DPP Prabhu Indonesia Jaya, Hendra Malik. (Istimewa)

Cianjur, Kabarterdepan.com – Dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur menuai sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Prabhu Indonesia Jaya. Organisasi tersebut menilai insiden ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan bentuk kegagalan serius yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum.

Ketua Harian DPP Prabhu Indonesia Jaya, Hendra Malik, menyebut kejadian tersebut sebagai pengkhianatan terhadap program strategis nasional yang dirancang untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

“Peristiwa dugaan keracunan ini tidak bisa dianggap musibah biasa. Ini adalah kelalaian fatal yang menyangkut keselamatan anak-anak dan masa depan bangsa,” ujar Hendra Malik dalam pernyataan resminya, Selasa.

Ia menegaskan, keselamatan para siswa harus menjadi prioritas utama. Pihaknya menuntut agar seluruh korban mendapatkan pelayanan medis maksimal hingga pulih sepenuhnya tanpa dipungut biaya apa pun.

Prabhu Indonesia Jaya Minta Polisi Bertindak

Selain itu, DPP Prabhu Indonesia Jaya mendesak aparat penegak hukum dan Dinas Kesehatan untuk tidak berhenti pada pemeriksaan administratif semata. Mereka meminta dilakukan audit investigatif menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan proses pidana apabila ditemukan unsur kesengajaan, pengabaian standar keamanan pangan, atau praktik pemotongan prosedur demi keuntungan pribadi.

“Jika terbukti ada pihak yang sengaja memangkas standar keamanan pangan, maka itu bukan lagi kelalaian, melainkan kejahatan,” tegasnya.

Hendra Malik juga meminta Satgas MBG di daerah segera melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program, termasuk memutus kontrak dan mem-blacklist Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pemasok bahan baku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurutnya, standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan dalam program MBG bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar. Setiap bentuk kompromi terhadap aspek higienitas dinilai sebagai ancaman serius bagi kesehatan anak-anak.

“Program MBG adalah marwah bangsa. Kejadian di Cianjur harus menjadi alarm keras bagi seluruh daerah di Indonesia agar pengawasan diperketat,” katanya.

IMG 20260127 224928 606
Sumber : potret puskesmas cikalongkulon cianjur

DPP Prabhu Indonesia Jaya menyatakan akan terus mengawal penanganan kasus dugaan keracunan MBG di Cianjur hingga tuntas dan meminta adanya pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Jangan jadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan dari sistem yang ceroboh,” pungkas Hendra Malik.

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page