Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kronologi Penganiayaan Kurir dengan Parang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Konferensi pers kasus penganiayaan kurir di Polres Metro Bekasi Kota  (Yanso/kabarterdepan.com) 
Konferensi pers kasus penganiayaan kurir di Polres Metro Bekasi Kota  (Yanso/kabarterdepan.com)

Bekasi, kabarterdepan.com- Polres Metro Bekasi Kota mengungkap kronologi kasus penganiayaan kurir jasa pengiriman di Bekasi Utara.

Pelaku nekat menyerang korban menggunakan senjata tajam parang hanya karena kesal korban menolak skema pembayaran di luar ketentuan Cash On Delivery (COD).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, memimpin langsung pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Lobi Mapolres pada Selasa (30/9/2025) sore.

Ia menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada Jumat, 26 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB, di Perumahan Harapan Raya, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Penganiayaan Kurir dengan Parang

Korban, seorang kurir J&T dan mahasiswa, datang mengantar paket dengan tagihan COD sebesar Rp 29.189. Pelaku, berinisial CK alias K, menolak membayar tunai dan meminta pembayaran dilakukan via transfer. Ketika korban menjelaskan bahwa pembayaran COD harus dilakukan secara langsung, pelaku emosi dan mengambil parang atau samurai. Kemudian terjadilah penganiayaan kurir tersebut.

“Korban sempat merekam apa yang dilakukan pelaku dengan menggunakan handphone-nya. Pelaku sempat ada teriakan meminta untuk menghapus video tersebut. Tetapi korban tidak menghapus, kemudian pelaku marah tersinggung dan diayunkannya barang tersebut,” jelas Kapolres.

Akibat ayunan senjata tajam itu, korban mengalami luka tergores pada bagian perut dan mengenai tangan. Pelaku akhirnya menyerahkan diri pada hari Minggu, tanggal 28 September, pukul 04.00 WIB.

Motif utama tindakan penganiayaan kurir ini adalah emosi sesaat karena pembayaran dari korban tidak mau menunggu untuk transfer. Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara. (Yanso)

Responsive Images

You cannot copy content of this page