
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Tim Pamapta bersama Pleton Siaga Cipkon Harkamtibmas Polres Mojokerto Kota bergerak cepat membubarkan sekelompok remaja yang diduga akan menggelar perang sarung di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (21/2/2026) kemarin dini hari.
Aksi tersebut terungkap setelah adanya laporan masyarakat melalui layanan darurat 110. Informasi yang masuk segera ditindaklanjuti petugas piket Pamapta dengan mendatangi lokasi yang dilaporkan.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, menjelaskan bahwa dua remaja yang diduga menjadi pemicu aksi berhasil diamankan petugas yang mendapatkan laporan adanya aksi yang meresahkan warga tersebut.
“Yang kita amankan dua orang yang terindikasi sebagai provokator untuk melakukan tawuran,” kata Herdiawan, Senin (23/2/2026) sore.
Barang Bukti Dugaan Perang Sarung
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah sarung yang sudah diikat dan diisi batu. Barang-barang tersebut diduga kuat akan dipakai sebagai alat untuk tawuran.
“Kami lakukan pendataan dan proses Tindak Pidana Ringan (Tipiring), serta diberikan pembinaan,” tambah Herdiawan.
Selain menjalani pendataan dan proses hukum ringan, para remaja itu juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Penandatanganan dilakukan dengan pendampingan orang tua dan keluarga sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Komitmen Kapolres Mojokerto Kota
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadan, termasuk perang sarung. Kepolisian berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “Jogo Mojokerto” demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Polres Mojokerto Kota turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110 yang aktif selama 24 jam.
Dengan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadhan di Mojokerto dapat berlangsung aman, tertib, serta membawa keberkahan bagi seluruh warga.(segaf)
